Suara Denpasar – Bos PSIS Semarang, Yoyok Sukawi tidak terima klub yang ia pimpin dianggap miskin atau sedang mengalami kesulitan finansial, gara-gara tak mampu mendapatkan hak mengelola Stadion Citarum.
Seperti diketahui, Stadion Citarum yang menjadi markas PSIS Semarang selama 3 tahun terakhir, kini pengelolaan aset pemerintah kota Semarang itu telah berpindah tangan ke PT Saudara Meroket Bersama (SMB).
Menepis anggapan tersebut, Yoyok Sukawi memastikan klub sepak bola yang dipimpinnya saat ini tengah baik-baik saja.
Bahkan, ia juga sesumbar menunjukkan kekayaan PSIS Semarang dengan membandingkan biaya sewa Citarum dengan gaji Taisei Marukawa.
“Anggapan PSIS Semarang tak punya duit dan lain-lain itu tidak benar. Kalau boleh sombong sedikit, biaya sewa Citarum itu hanya seperempat bayaran Taisei Marukawa dalam setahun, kalaupun disuruh bayar 10 tahun kita bisa,” ungkap Yoyok Sukawi, dikutip Suara Denpasar dari joglo.suara.com, Rabu (14/6/2023).
Menurut Yoyok Sukawi, tak mendapat hak mengelola Stadion Citarum bukan berarti pemain PSIS tidak bisa menggelar latihan. Ia sendiri mengaku klubnya tak akan menggunakan stadion tersebut dan sudah mengusulkan dua tempat lain untuk menggelar pertandingan di kompetisi Liga 1.
Dua tempat yang ia maksud ialah Stadion Jatidiri yang bakal dijadikan sebagai kandang utama dan magelang sebagai tempat cadangan.
Sementara terkait pengelolaan Stadion Citarum, ia menyebut PSIS Semarang bahkan tak pernah mengambil keuntungan dari aset pemerintah Kota Semarang itu.
“Selama tiga tahun kami memakai stadion citarum, development ini tidak kita bebankan pembayaran, gratis. Kalau sekarang kan sudah berganti pengelolanya, kami tidak mungkin melakukan pembinaan di situ. Kalau gratis juga kasihan pengelolanya,” katanya.
Bukan itu saja, Yoyok Sukawi juga buka-bukaan masih mendapatkan aliran dana dari beberapa sponsor yang ada pada musim lalu.
Baca Juga: PSIS Semarang Aslinya Tak Punya Duit? Bos Yoyok Sukawi Bongkar soal Gaji Taisei Marukawa
“Sido Muncul masih, Indofood juga masih, Nexa juga,” katanya.
Yoyok mengatakan, saat ini PSIS juga sedang mempertimbangkan calon-calon sponsor baru. Ia bahkan mengaku pernah bertemu dengan anak bos Djarum beberapa waktu lalu.
“Pernah ketemu anaknya bos Djarum. Tapi memang mereka fokus badminton,” ujarnya.
Walau begitu, pencarian sponsor juga tidak asal pilih, tentu ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.
“Golek sponsor sing cetho-cetho wae (cari sponsor yang jelas-jelas saja),” pungkasnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Jazz! MLDSPOT Siap Bawa Vibes 'Fresh 'N Cool' ke Java Jazz Festival 2026
-
Viral Pocong Bawa Parang Datangi Rumah Warga di Pelalawan, Polisi Turun Tangan
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Lansia Tewas Terbakar-Suami Kritis, Polisi Tangkap 9 Orang di Bengkalis
-
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tampil Elegan di Hari Raya, Koleksi Hijab Ini Angkat Kerinduan pada Keindahan Tanah Suci
-
Giliran Plt Gubri SF Hariyanto Rombak Habis Jajaran Dinas PUPR Riau
-
Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri
-
5 HP Midrange Kamera Terbaik 2026 yang Wajib Dilirik, Hasil Foto Setara Flagship!
-
30 Menit di Neraka Azteca: Semifinal Paling Gila yang Ubah Sejarah Piala Dunia