Suara Denpasar - Publik memang patut bertanya-tanya atas kinerja jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung.
Bukan hanya sekali ini saja menghentikan suatu kasus di tengah jalan setelah penetapan tersangka, seperti dalam kasus dugaan korupsi di KPU Badung.
Jauh hari sebelumnya, ada banyak kasus yang menjadi perhatian publik di tangani oleh Kejaksaan dan mental begitu saja di wilayah Kabupaten Badung. Terheboh, tentu kasus seragam sekolah yang juga di SP3.
Di mana kasus dugaan korupsi di Disdikpora Kabupaten Badung itu dihentikan penyidik Kejaksaan Negeri Badung dengan alasan kerugian negara sulit dihitung oleh Kejari Badung maupun pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Bali.
Padahal dalam kasus seragam sekolah sudah ada 40 saksi yang diperiksa dalam pengadaan seragam sekolah dengan anggaran miliaran tersebut.
Kasus yang di-SP3 pada Maret 2021 itu juga mendapat kritikan dari penggiat anti Korupsi I Nyoman Mardika.
"Pandangan saya,nkalau memang tidak cukup bukti, ya memang harus dihentikan. Cuma merasa aneh, kasus dihentikan karena BPKP sulit menghitung kerugian negara ini,” begitu katanya saat itu kepada awak media.
Selain itu ada lagi kasus Lomba Layangan Bupati Badung Cup yang juga dihentikan Kejari Badung. Ada juga insentif nakes juga gagal di bawa pengadilan.
Begitu juga dengan ambruknya atap proyek Balai Budaya Graha Mangu Mandala di Puspem Badung, nakes, tirtayatra, maupun kalah di pengadilan dalam kasus Tukad Mati. ***
Baca Juga: Disorot BCW, Kepercayaan Terhadap Kejari Badung Menurun
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan