Suara Denpasar - Baru-baru ini muncul protes dari berbagai kalangan terhadap acara wisuda yang diselenggarakan ditingkat TK, SD, SMP dan SMA.
Pihak-pihak yang memprotes acara wisuda ditiadakan itu beralasan bahwa acara wisuda tersebut hanya akan membebani keuangan orang tua murid. Menurut mereka sebaiknya uang tersebut dipakai untuk menyelolahkan anak ke jenjang berikutnya.
Bahkan seseorang yang mengaku sebagai orang tua murid langsung menyampaikan lewat komentar di salah satu postingan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim.
"Tolong Pak Nadiem sekarang dihapuskan acara Wisuda dari TK - SMA karena hanya memberatkan biaya para orang tua. Wisuda hanya untuk lulusan Universitas aja bukan dari TK," tulis akun Instagram @mikhaylaeka2023 dikutip Suara Denpasar, Senin (19/6/2023).
Polemik ini juga sudah mendapat perhatian dari beberapa tokoh politik, seperti Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dan mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.
Gibran Rakabuming dan Dedi Mulyadi memiliki sikap atau pandangan yang berbeda terkait masalah itu.
Menurut Gibran perayaan wisuda disetiap jenjang pendidikan merupakan hal wajar. Sebab, perayaan dilaksanakan dalam satu kali seumur hidup atau setiap jenjang sekolah. Dengan catatan tidak membebaskan orang tua.
"Tidak apa-apa, asalkan tidak keberatan dan tidak memberatkan orang tua," kata Gibran di Puro Mangkunegaran Solo kepada wartawan, Jumat (16/6/), malam.
Sementara Dedi Mulyadi sepakat untuk wisuda ditingkat TK, SD, SMP dan SMA dihapuskan. Alasannya tidak semua orang tua murid memiliki ekonomi yang mapan, maka sebaiknya ditiadakan.
Melalui akun resmi Instagramnya, Dedi Mulyadi mengatakan pendidikan di Indonesia terlalu banyak kegiatan formal yang memakan biaya dari orang tua murid. Padahal kegiatan-kegiatan itu tidak masuk dalam kurikulum pembelajaran.
"Sehingga hentikanlah segala sesuatu yang formal itu yang memerlukan pembiayaan, wisuda-wisuda-an itu juga menurut saya mestinya ditiadakan karena apa kasihan bagi mereka yang tak berkemampuan," ucap Dedi Mulyadi. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Ibu Tiri Bohong di 2024, Rieke Diah Pitaloka Desak Polisi Usut Kasus Kematian Nizam
-
Cuaca Ekstrem Terjang Serang, Atap Dapur Makan Bergizi Gratis di Mancak Ambruk
-
Main Borgol Berujung Apes, Tangan Remaja di Bondowoso Terkunci hingga Dievakuasi Damkar!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Rumah Anggota DPRD Wawan Hikal di Puncak Nyaris Dibobol Maling Jelang Sahur
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora
-
Shutter Dipuji Mahakarya Horor Asia, Bagaimana Versi Indonesia yang Lagi Tayang di Netflix?
-
Curhat Pemain Muslim Jalani Puasa Ramadan di Tengah Kerasnya Liga Jerman
-
Alasan Sherina Langsung 'Yes' saat Ditawari Peran di Film Filosofi Teras
-
Pemerintah Akan Atur Status Karyawan PKWT dan Outsourcing di UU Ketenagakerjaan Baru