Suara Denpasar - Beredar video yang mencoreng dunia pariwisata di Bali. Seorang oknum driver lokal menghentikan mobil driver online yang membawa penumpang.
Oknum driver lokal itu meminta uang Rp 150 ribu kepada wisatawan yang menumpang angkutan online.
Alasannya, wisatawan itu tidak menghargai mereka dengan menggunakan angkutan online. Di sisi lain, di wilayah tersebut sudah tersedia angkutan lokal.
"Anda sudah tidak menghargai kami. Kasih saya Rp 150 ribu baru saya kasih jalan," begitu kata oknum driver tersebut.
Wisatawan wanita itu pun menawar dan menyodorkan Rp 100 ribu agar bisa melintas karena buru-buru ke Bandara I Gusti Ngurah Rai di Tuban, Provinsi Bali, untuk mengejar pesawat penerbangan.
Namun, ditolak oleh driver tersebut yang mengajak tamu itu untuk ke kantor desa guna menyelesaikan persoalan ini.
Si tamu juga tetap kekeh tidak mau menumpang mobil milik driver lokal itu. "Kamu sudah bikin takut saya, tidak mungkin saya naik ke mobil kamu. Jangan paksa-paksa saya, saya ingin tetap di mobil ini," sebut wisatawan wanita itu dalam video yang dikutip denpasar.suara.com, Selasa 21 Juni 2023.
Dalam postingan selanjutnya, driver pemalak yang sudah mencoreng citra pariwisata Bali itu akhirnya diringkus aparat kepolisian dari Polsek Kuta Utara. ***
Baca Juga: Demi Naikkan Pamor Wasit, Ketum PSSI Erick Thohir Tegaskan Seleksi Wasit Liga 1 Libatkan JFA
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen
-
Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?
-
Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?
-
Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta