Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster kembali mengingatkan para pelaku pariwisata seperti hotel, restoran dan pelaku pariwisata terkait lainya tentang peraturan Gubernur Bali Nomor 99 tahun 2018.
Di mana dalam peraturan tersebut telah diatur tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali.
Menurut Koster, masih banyak pelaku pariwisata yang tidak memanfaatkan produk lokal Bali sehingga tidak mendobrak ekonomi masyarakat akar rumput.
Hal tersebut disampaikan Wayan Koster dalam acara pelantikan pengurus PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kabupaten Bangli, Badung dan Kota Denpasar di kantor perwakilan Bank Indonesia Bali, Denpasar, Selasa (27/6/2023).
"Saya ingin mengajak kawan-kawan semua jangan nikmat sendiri jangan mau maju sendiri harus maju bersama harus bahagia bersama harus hidup bersama harus dapat manfaat bersama agar dunia ini seimbang, agar dunia ini harmoni," tegas Koster.
Wayan Koster menegaskan bahwa pariwisata Bali tidak bisa dipisahkan dari hulunya yaitu budaya, adat istiadat, seni, alam dan kearifan lokal. Dan semua itu dipelihara atau dirawat baik oleh masyarakat akar rumput. Jadi apabila pelaku pariwisata tidak memanfaatkan kearifan lokal maka nasib pariwisata Bali sulit berkelanjutan.
"Supaya ada keterkaitan antara pelaku usaha ekonomi di Bali termasuk pariwisata dengan hulu dan hilir, kita semua harus paham pelaku usaha pariwisata ini sekali lagi jangan nikmat sendiri jangan mau bahagia sendiri, jangan, berhenti," tegas Koster.
"Harus ingat bahwa pariwisata Bali ini bukan sektor yang berdiri sendiri tapi pariwisata ini di hulunya itu karena kita punya budaya yang sangat kaya dan kuat. Kalau bapak-bapak (anggota PHRI) ini melupakan budaya Bali jangan berharap pariwisata ini akan berkelanjutan ke depan," sambungnya.
Karena itu Wayan Koster ingatkan agar jangan sesekali para pelaku pariwisata itu melupakan hulu dari pariwisata Bali. Karena kalau itu diterlantarkan pariwisata Bali tidak akan berjalan.
Baca Juga: Gubernur Bali Wayan Koster Sebut Senator AWK Menyesatkan karena Komentari Pariwisata Tanpa Data
"Kita harus jujur, selama ini budaya yang memelihara pariwisata, budaya yang membangun pariwisata, budaya yang memajukan pariwisata tapi sebaliknya tidak terjadi. Jari ini musti kita akhirnya sudah. Suwud (berhenti) egois. Harus kita hidup bersama, nah itu prinsipnya," tutup Koster. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Gubernur Bali Wayan Koster Sebut Senator AWK Menyesatkan karena Komentari Pariwisata Tanpa Data
-
Mendukung Gelaran Piala Dunia U-17, Gubernur Bali Wayan Koster Digeruduk Habis Oleh Warganet: Cari Simpati?
-
Ini Sikap Gubernur Bali Wayan Koster Tentang Indonesia jadi Host Pildun U-17
-
Gubernur Bali Wayan Koster Kepada Menkumham RI: Sudah 158 Turis Dideportasi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin
-
Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade
-
Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya
-
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi
-
Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP
-
Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil
-
Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?
-
Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026
-
Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya
-
Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur