Suara Denpasar – Pengamat sepak bola Yusuf Kurniawan atau lebih akrab disapa Bung Yuke mengeluarkan pernyataannya mengejutkan.
Ia menolak adanya naturalisasi di tubuh sepak bola timnas Indonesia khusus U-17, terutama didalam persiapan jelang Piala Dunia 2023 U-17 yang akan digelar pada 10 November hingga 2 Desember 2023 mendatang.
Menurutnya, seleksi perlu dilakukan untuk anak-anak asli Indonesia saja agar setiap kesempatan terbuka luas bagi yang mereka yang punya mimpi menjadi pemain sepak bola professional.
“Kalau pendapat saya pribadi menolak naturalisasi untuk Timnas U-17. Ini kan masih jauh untuk ke senior. Biarlah yang ada di dalam negeri yang punya kesempatan bermain," tegas Bang Yuke dikutip dari akun fanbase @timnas.indonesia_u23.
“Kalau pakai naturalisasi, itu anak-anak usia segini bisa tertutup mimpinya. Kalau di usia muda saja sudah ada naturalisasi, anak-anak Indonesia jadi pupus mimpinya," imbuhnya.
Meski pendapat yang dikemukakan tersebut hanya berlandaskan subjektivitas pribadinya saja, namun Bang Yuke tetap mendapat banyak dukungan dari warganet yang sejalan atau sepakat dengan pernyataannya terkait naturalisasi.
“Mending gituh sih sebenernya mah, top lokal pride juga bangga karna bakat bakat anak muda di indonesia banyak dan biar makin berkembang dalam bakatnya (LOKAL PRIDE INDONESIA THE BEST),” respon akun @firman_kecil119.
“SETUJU KALAU UNTUK U-17 JANGAN PAKAI NATURALISASI. KARENA TUJUAN UTAMA ADALAH MENCARI BIBIT-BIBIT UNGGUL, BUKAN SEKEDAR SUPERIOR JUARA..DARI TIM U17 NANTI AKAN KELIHATAN BAKAT-BAKAT NYA. DARI SITU LAH DIAMBIL UNTUK DIKEMBANGKAN. KATA ORANG TUA SIH BEGITU,” tambah @naw.657.
“Pakai keturunan, percuma dong orang tua daftarin anak nya SSB impian anak-anak bisa main di timnas ,ada benernya juga sih kecuali timnas senior emang butuh banget kita,” ujar @ibnumaulana0310.
Baca Juga: Surabaya Siap Ditunjuk sebagai Venue Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo
“Kali ini setuju, dengan yg udah udah. Usia usia dini selalu di tuntut juara. Tapi setelah senior, nihil prestasi. Lebih baik fokus di senior, jangan di target di Piala Dunia u17 ini,” ungkap @bouw11. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Dibongkar Erick Thohir, Tebusan Gila Naturalisasi Justin Hubner, Timnas Indonesia Kedatangan Algojo Eropa
-
CEK FAKTA: Lobi Tingkat Tinggi Erick Thohir Berhasil, Emil Audero Diproses Naturalisasi?
-
CEK FAKTA: Efek Erick Thohir di PSSI, Justin Hubner Lanjut Naturalisasi Jadi WNI
-
CEK FAKTA: Ketua Umum PSSI Erick Thohir Tiba-tiba Minta Maaf, Gegara Banyak Pemain Naturalisasi di Timnas Indonesia
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung