Suara Denpasar - Sembilan pengusaha yang kaya raya dengan harta berjibun dan kerapkali disebut dengan julukan sembilan naga bukan sekadar isapan jempol semata. Sosok sembilan pengusaha yang menguasai ekonomi di Indonesia itu benar adanya.
Sembilan naga ekonomi Indonesia itu adalah para konglemerat yang menguasai hampir sebagian besar perusahaan-perusahaan di negeri ini. Bisa ditebak berapa kekayaan mereka. Pertama adalah Robert Budi Hartono.
Robert Budi Hartono adalah bos PT. Djarum yang juga memiliki perusahaan elektronik, Polytron, serta Bank Central Asia.
Dia berada di urutan ke-86 orang terkaya di dunia versi Forbes. Selanjunya ada nama taipan pendiri Lion Air Groyo yakni Rusdi Kirana. Perusahaan miliknya tak hanya beroperasi di Indonesia. Tapi juga di Malaysia dan Thailand.
Dikutip denpasar.suara.com dari kanal tiktok @Bergidik, Rabu 28 Juni 2023. Diurutan ketiga ada sosok pendiri Santini Group yaitu Sofjan Wanandi.
Perusahaan itu bergerak di bidang farmasi dan kimia. Mengejutkan lagi, Santini Group sempat membeli saham klub sepak bola Inggris Tranmere Rovers.
Setelah itu ada nama Edward Soeryadjaya yang juga masuk deretan sembilan naga. Dia adalah anak dari pendiri PT Astra Internasional yakni William Soeryadjaya.
Edward penah mendirikan bank Summa pada 1990 serta menjabat direktur di Ortus Group. Tak ketinggalan nama bos properti Jacob Soetoyo lewat PT Gesit Sarana Perkasa.
Urutan keenam sembilan naga adalah anak dari pendiri Lippo Group yakni James Riady. Anak sulung dari Mochtar Riady itu menjadi konglemerat dengan beragam lini bisnis. Dari hotel, real estate, kesehatan, pendidikan, media, dan teknologi digital.
Baca Juga: Viral, Syahnaz Sebut Jeje Kayak Om-om
Urutan ketujuh, kedelapan, dan kesembilan adalah nama-nama yang sudah begitu familiar bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Yakni ada nama bos Arta Graha Group yakni Tommy Winata, bos Salim Groum yakni Anthony Salim, dan Dato Sri Tahir bos Mayapada Group. ***
Tag
- # robert budi hartono
- # djarum
- # bank central asia
- # polytron
- # indonesia
- # ekonomi
- # forbes
- # lion air groyo
- # rusdi kirana
- # malaysia
- # thailand
- # rabu 28 juni 2023
- # santini group
- # tranmere rovers
- # sofjan wanandi
- # pt astra internasional
- # william soeryadjaya
- # edward soeryadjaya
- # jacob soetoyo
- # ortus group
- # edward
- # bank summa
- # lippo group
- # james riady
- # mochtar riady
- # hotel
- # real estate
- # kesehatan
- # pendidikan
- # teknologi digital
- # arta graha group
- # tommy winata
- # salim groum
- # anthony salim
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Cara Membuat Desain Ucapan Idulfitri 2026 Pakai AI, Gunakan Prompt Ini!
-
Perbedaan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum dan Taqabbal Ya Karim, Ketahui Artinya
-
4 Chemical Sunscreen Niacinamide, Rahasia Wajah Tetap Cerah Selama Puasa
-
Bangunan dan Rumah Porak Poranda, Influencer Israel: Oh Ini Rudal Iran, Ngeri Banget Ya
-
Warga Tel Aviv Saat Ini: Di Langit Hujan Rudal Iran, Di Bungker Dipenuhi Pecandu Narkoba
-
Reuni dengan Pemain-pemain Timnas Indonesia, Shin Tae-yong: Muridku Tercinta
-
Kenapa Badan Lemas Setelah Buka Puasa dengan yang Manis? Ini Penjelasannya
-
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
-
Jakarta Belum Temukan Kasus Campak, Dinkes Ingatkan Risiko Penularan dari Sekitar
-
Maarten Paes Ungkap Kisah Pilu Keluarganya di Indonesia ke Media Belanda