Suara Denpasar - Ponpes Al-Zaytun perlu mendapatkan evaluasi sesuai anjuran yang diberikan oleh Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Indonesia kala dirinya memberikan kunjungan.
Kontroversi yang terjadi di Pondok Pesantren atau Ponpes Al Zaytun tengah menghebohkan masyarakat dengan berbagai Polemik yang ada di Pondok Pesantren atau Ponpes tersebut.
Anjuran Mahfud MD ini disampaikan ketika dirinya mengisi tausiah dan menjalankan sholat Idul Adha 1444 H yang dilaksanakan di Masjid Agung Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (29/6) dikutip Suara Denpasar dari akun Instagram resmi Mahfud MD, Kamis 29 Juni 2023.
Mahfud MD menerangkan jika seseorang memiliki hukum maka hukum bisa menyangkut orangnya, akan tetapi jika sebuah lembaga seperti Ponpes Al-Zaytun maka lembaga yang bergerak di bidang pendidikan yang perlu dilindungi jika terjadi polemik atau permasalahan.
"Al-Zaytun itu ada aspek hukum pidananya, yang ada aspek hukum pidananya tentu akan ditangani oleh Polri dan tidak akan diambangkan," ucap Mahfud MD.
Menurutnya jika laporan akan ditangani karena aspek hukum tidak boleh diambangkan. Jangan laporan diterima namun justru mengambang.
"Kalau iya iya kalau tidak tidak. Kalau laporan ditampung lalu ada halangan itu jangan," terangnya kemudian.
Evaluasi akan terus dilakukan mulai dari kurikulum, administrasi dan pembelajaran yang dilakukan. Dukungan pun datang dari masyarakat kepada Mahfud MD.(Rizal/*)
Baca Juga: Amunisi Persija Makin Komplit Jelang Kick Off Liga 1 2023-2024, Dua Pemain Kembali Bergabung
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
Adam Ma'rifat: Mabuk Ketuhanan dalam Labirin Imajinasi Danarto
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation
-
WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam
-
Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah
-
Niat Puasa Tasua 9 Muharram, Ini Jadwal dan Keutamaannya
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap