Suara Denpasar – Beredar kabar Presiden Jokowi bubarkan BEM UI dan dicap sebagai radikalisme.
Bukan hanya itu, bahkan narasi berita tersebut menyebutkan kalimat ‘Nekat ancam berdarah-darah’.
Kabar itu diunggah dan disebarkan oleh kanal YouTube SUARA POLITIK pada Jum’at, 30 Juni 2023 dengan durasi video 10 menit 4 detik dan viral hingga ditonton 3,4 ribu kali, dilansir Suara Denpasar pada Sabtu, (1/7/2023).
Video itu disebarkan dengan judul ‘Modyar, Jokowi Bubarkan BEM UI dan DIcap Sebagai R4dikalism3, Nekat Ancam Berdarah-darah’.
Selain itu, pada thumbnail video juga dituliskan narasi serupa, yaitu ‘Breaking News, Presiden Jokowi Bubarkan BEM UI, Tim Khusus Temukan Beberapa Temuan Radikalisme’.
Berikut ini hasil penelusuran tim Suara Denpasar untuk menemukan fakta sesungguhnya dari kabar yang beredar itu.
CEK FAKTA
Setelah diputar, video itu menayangkan pernyataan sang narator dan dilanjut dengan kritik Ade Armando untuk BEM selaku politisi Partai Solidaritas Indonesia.
“Membongkar kedok Ketua BEM UI periode 2018 sampai 2023,” ucap sang narator.
“Lho BEM ini baca gak sih revisi undang-undang ITE yang diajukan pemerintah? Kalau dibaca pasal-pasal yang hendak direvisi, terlihat jelas bahwa pemrintah berusaha mencegah agar jangan sampai pasal-pasal dalam undang-undang ITE dimanfaatkan untuk mengkriminilisasi mereka yang berani bicara bebas,” ujar Ade Armando dalam video itu.
Dalam video itu sama sekali tidak dibahas isu yang disebarkan pada judul berita, yaitu tentang Presiden Jokowi bubarkan BEM UI dan dicap sebagai radikalisme.
Tidak ditunjukan juga adanya bukti atau sumber kredibel yang bisa membenarkan judul berita tersebut.
Setelah ditelusuri melalui akun sosial media instagram @bemui_official, @sekretariat.kabinet, situs resmi Universitas Indonesia dan kanal YouTube Sekretariat Presiden, sama sekali tidak ditemukan bukti kebenaran kabar tersebut.
Sampai saat ini, Ketua Umum BEM UI yaitu Melki Sedek Huang masih menjabat dan aktif bersama organisasi mahasiswa di universitas nomor satu di Indonesia itu.
KESIMPULAN
Hasil penelusuran menunjukan bahwa berita yang beredar tentang Presiden Jokowi bubarkan BEM UI dan dicap sebagai radikalisme adalah berita bohong alias hoax. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Tugaskan Erick Thohir Amankan Piala Dunia U17, Jangan Sampai Batal Lagi!
-
Cek Fakta: Viral! Usai Harumkan Indonesia, Putri Ariani Diundang Presiden Jokowi?
-
Awas! 10 Daerah Paling Rawan Kejahatan di Jawa Tengah, Kotanya Gibran Rakabuming dan Presiden Jokowi Nomor 1?
-
Jelang Lawan Thailand di Final SEA Games 2023, Presiden Jokowi Puji Timnas Indonesia U-22 Setinggi Langit!
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jerman vs Curacao: Der Panzer Minim Bintang, Harapan Bertumpu pada Generasi Baru
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
ASUS ExpertBook Ultra, Laptop Flagship Baru untuk Profesional
-
PSSI Lanjutkan Naturalisasi Timnas Indonesia, Pemain Ini Diprediksi Datang!
-
Beroeng Sorah: Tempat Pulang dari Penat di Tengah Persawahan Kalisat Jember
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Film Dukun Magang: Ketika Para Komika Beraksi Lawan Hal Mistis
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?