/
Senin, 10 Juli 2023 | 16:55 WIB
(Direktur Utama Pandawa Sea View, Chef Lucky Suherman. Foto: Rovin Bou)

Suara Denpasar - Direktur Utama Pandawa Sea View, Chef Lucky Suherman merespon pemberitaan yang mengatakan pihaknya melakukan pungli terhadap pengunjung. 

Lucky mengatakan apa yang disangkakan kepada pihaknya itu tidaklah benar. Sebab uang 10 ribu yang sebelumnya disebut sebagai pungli adalah drink voucher, sudah bebas parkir. 

Setiap pengunjung tempat tersebut bisa menukarkan voucher itu dengan berbagai minuman. Seperti ice cream, sprite, coca-cola, fanta dan bahkan air mineral.

"Kami tidak memungut parkir alias free parkir. 10 ribu itu adalah voucher drink yang bisa ditukarkan dengan berbagai minuman di sini. Itu semata-mata untuk menjaga kebersihan area, menjaga kebersihan operasional, toilet, penataan garden, menjaga kera - kera di sekitar supaya tidak sembarangan diberi makan sampah plastik oleh pengunjung dan sebagainya," jelas Lucky, Senin (10/7/2023).

Lucky menambahkan, tarif 10 ribu tersebut masuk dalam kerjasama dengan berbagai pihak namun dikelola oleh pihaknya sebagai investor. 

"Tidak termasuk kategori pungli karena ada tercantum poster banner di depan dan kawasan yang dikelola oleh kami. Untuk kawasan yang umum pengunjung bisa ke kawasan yang terletak di dekat pantai," imbuhnya.

"Voucher tersebut sama seperti umumnya di tempat lain. Ditempat lain bahkan bisa mencapai 150 ribu," tegasnya.

Di lokasi, sepasang kekasih berinisial AD dan MD mengaku wajar karena selain dapat menukarkan dengan minuman mereka dapat menggunakan semua fasilitas di Pandawa Sea View. 

"Wajar sih, spot fotonya bagus-bagus," ungkap AD saat ditemui Suara Denpasar di lokasi.

Baca Juga: Cek Fakta: Ketum PSSI Erick Thohir Pucat Pasi, Konsultan Inggris Bantah Fitnah JIS Tak Standar FIFA

Sementara Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto ketika ditanyai konfirmasi terkait hal tersebut mengatakan pihaknya sedang mendalami. 

"Penyampaian dari pemiliknya memang untuk tukar minuman. Sejauh ini belum ada laporan. Tapi kita sedang dalami," ucap Satake Bayu. (Rizal/*)

Load More