Suara Denpasar - Promosi rumah judi SBOTOP dalam Liga 1 Indonesia selama dua pekan terakhir telah menimbulkan kegundahan masyarakat.
Pengamat sepakbola sekaligus Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali telah melaporkan masalah ini ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri).
Bahkan, promosi rumah judi ini muncul pada tiga pertandingan terakhir, yaitu Persita vs PSIS, Madura United vs Persik, dan Persikabo vs Persija.
Segala bentuk praktik judi dilarang oleh hukum di Indonesia, termasuk ketentuan yang tercantum dalam pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, serta Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 mengenai Penertiban Perjudian.
Larangan ini juga dijelaskan secara tegas dalam pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.
Menyadari pentingnya memberantas perjudian dalam segala bentuknya, Kepolisian Republik Indonesia telah mengeluarkan telegram bernomor ST/2122/X/RES.1.24/2021 yang memberikan perintah kepada seluruh Kapolda untuk melawan praktik perjudian dalam bentuk apapun. Tindakan ini merupakan langkah konkret untuk mengatasi permasalahan perjudian di Indonesia.
Di samping itu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang merupakan bagian dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga pernah mengeluarkan surat edaran dengan nomor 103/LIB/II/2020 yang diterbitkan pada tanggal 25 Februari 2020.
Surat edaran tersebut secara tegas melarang partisipan kompetisi Liga Indonesia untuk menjalin kerjasama komersial dengan produk yang terkait dengan rokok, minuman beralkohol, dan rumah judi.
Tujuan dari surat edaran ini adalah untuk memastikan bahwa Liga Indonesia tidak terlibat dalam promosi atau keterkaitan dengan produk yang dianggap kontroversial atau melanggar hukum, termasuk rumah judi.
Surat edaran ini yang ditandatangani oleh Direktur LIB, Mayjen (Pur) Cucu Sumantri, hingga saat ini belum pernah dicabut.
Individu atau entitas hukum yang terlibat dalam memberikan izin kepada rumah judi untuk menjadi sponsor klub dalam Liga 1 harus dihadapkan pada proses hukum.
Polisi harus bertindak tegas. Bahkan, perlu juga dilakukan penyelidikan apakah rumah judi yang menjadi sponsor terlibat dalam pengaturan skor.
Match Fixing, yang telah menjadi penyakit akut dalam sepak bola nasional, harus diusut tuntas. Negara tidak boleh kalah dengan bandar-bandar judi. Pelanggaran dan penyimpangan ini harus mendapatkan penanganan yang serius.
Terlebih lagi, saat ini pihak kepolisian sedang gencar memberantas perjudian termasuk judi online dengan menggunakan kode 303.(*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Tak Masuk Daftar Pemain Nomor 10 Persija Jakarta, Marc Klok Protes
-
Kontrak Segera Berakhir, Persija Jakarta Dikabarkan Minati Pemain Tokyo Verdy, Intip Profilnya
-
Kode Sangat Ingin Bermain di Persib Bandung, Eks Persija Ini Dikabarkan Akan Gabung Liga 2
-
Nyesek, Gelandang Persib Bandung Marc Klok Protes Tak Dianggap Persija Jakarta, Netizen: Kasihan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Profil Pemain Keturunan yang Direndahkan Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Baru Terungkap, Gaji Semua Karyawan di Rumah Inara Rusli Ditanggung Virgoun
-
Anak Adies Kadir jadi PAW di DPR, Bahlil Jelaskan Alasannya
-
Gajah Mati Mengenaskan di Areal RAPP, Kepala Dipenggal dalam Kondisi Duduk
-
Kalahkan Jepang Secara Dramatis, Timnas Futsal Indonesia Melaju ke Final Piala Asia Futsal 2026
-
LMKN Siapkan Kalkulator Digital, Bantu Pelaku Usaha Bayar Royalti Lagu
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda