Suara Denpasar - Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI) di seluruh Indonesia bakal berkunjung ke Kota Denpasar guna mengikuti Konferensi Studi Nasional (KSN) pada November 2023 mendatang.
Denpasar ditunjuk menjadi tuan rumah melalui Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) XI Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Thomas Aquinas Tahun 2023, di Toraja pada Januari 2023 lalu.
Menyikapi mandat tersebut, PMKRI Cabang Denpasar (tuan rumah) telah melakukan berbagai konsolidasi guna menyukseskan kegiatan nasional Mahasiswa Khatolik se-Indonesia itu. Salah satunya adalah dengan membentuk kepanitiaan pada Kamis, (13/7) malam.
Ketua panitia KSN, Yulius Nipu mengatakan akan menggerakkan seluruh kekuatan kepanitiaan yang telah terbentuk. Karena menjadi tuan rumah tentu memiliki tanggung jawab lebih, kata dia.
"Kesempatan ini akan menjadi momentum yang sangat berharga bagi PMKRI Cabang Denpasar. Karena itu tentu kami (panitia) akan bekerja sangat serius agar dapat menjadi percontohan. Tentu dibutuhkan keaktifan dan kerja kolektif kolegial dari panitia dan seluruh kader," harap Julio, sapaannya.
Sementara Ketua Presidium PMKRI Cabang Denpasar Sanctus Paulus, Alexandro Rolandi menegaskan, Konferensi Studi Nasional (KSN) adalah forum ilmiah yang akan membahas sejumlah isu penting. Karena itu setiap cabang diharapkan mendelagasikan kader terbaiknya pada KSN tersebut.
"Ada beberapa isu penting yang akan dibahas bersama nanti. Seperti krisis ekologis, HAM, human trafficking, dan pemilu 2024. Persoalan di atas adalah isu bahkan sebuah kenyataan yang dihadapi Indonesia sekarang, maka forum KSN harus menjadi ruang solusi," tegas Roland.
"Karena itu diharapakan delegasi KSN yang akan hadir adalah utusan terbaik dari setiap cabang PMKRI di seluruh Indonesia. Delegasi yang datang bukan dengan "kosong-kosong" melainkan dengan isi kepala dan niat hati yang baik, tulus untuk membangun negeri," tandasnya. (*/Dinda)
Baca Juga: SMA Terbaik di Denpasar, Peringkat Pertama SMA Katolik Santo Yoseph
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Napi Pekanbaru Kabur Dikejar ke Jakarta, Isu Iming-imingi Petugas Rp30 Juta Mencuat
-
Profil Mitchell Baker Bomber Keturunan Semarang-Yogya Harapan Baru Timnas Indonesia
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!
-
Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun