/
Jum'at, 21 Juli 2023 | 16:15 WIB
Cek Fakta: Mengejutkan Publik! Pengakuan Saddil Ramdani Usai Dituntut Bela Malaysia (YT Locker Room)

Suara Denpasar – Beredar kabar pemain Timnas Indonesia Saddil Ramdani dituntut bela Malaysia dan akhirnya memberikan pengakuan.

Kabar tersebut disebarkan oleh kanal YouTube BOLA GILA satu hari lalu pada Kamis, 20 Juli 20223 dengan video berdurasi 3 menit 40 detik, dan sudah ditonton 1,2 ribu kali.

Video itu disebar dengan judul ‘Gak Nyangka!! Saddil Ramdani di Luar Dugaan Lakukan Hal Ini Usai Dituntut Bela Malaysia’.

Selain itu, pada Thumbnail video juga dituliskan ‘Mengejutkan Publik! Pengakuan Paling Jujur Saddil Ramdani Usai Dituntut Bela Malaysia’, dilansir Suara Denpasar pada Jum’at, (21/7/2023).

Pemain sepakbola asal Indonesia yang berkarir di Liga Malaysia itu memang kerap jadi perbincangan usai beredar isu-isu miring tentangnya.

Lalu benarkah berita yang beredar kali ini? berikut ini hasil penelusuran cek fakta tim Suara Denpasar.

CEK FAKTA

Setelah diputar, video itu malah membahas topik yang berbeda dari judul berita yang disebarkannya.

Isu yang dibahas justru malah tentang video viral Saddil Ramdani ikut nyanyikan lagu kebangsaan Malaysia.

Baca Juga: Tak Terima Dituduh Pindah Jadi WN Malaysia, Pemain Timnas Indonesia Saddil Ramdani Serang Balik Pihak yang Menyebarkan Fitnah pada Dirinya

Kemudian, ditampilkan video wawancara Saddil di hadapan media, namun hanya cuplikan atau potongan video.

Setelah ditelusuri, ternyata video aslinya berdurasi 4 menit 19 detik, menampilkan Saddil tengah diwawancara.

Video itu merupakan video lawas 1 tahun lalu yang pernah diunggah oleh kanal YouTube Locker Room, berikut ini link video lengkapnya:

https://youtu.be/YFSL67iQhA4

Konteks dari video pernyataan Saddil Ramdani itu faktanya bukan pengakuan dirinya dituntut bela Malaysia.

Melainkan video itu berisikan pernyataan Saddil Ramdani saat diwawancara oleh media usai berhasil mencetak gol bersama Sabah FC dalam salah satu laga mereka.

KESIMPULAN

Hasil penelusuran menunjukan bahwa berita tersebut tidak benar, manipulatif dan dapat dikategorikan sebagai berita hoax. (*/Dinda)

Load More