News / Nasional
Kamis, 16 April 2026 | 07:17 WIB
Sejumlah pelajar di Pulau Batang Dua, terdampak gempa Ternate ikuti ujian kelulusan di tenda pengungsian, Rabu (15/12/2026). (Dok. Humas Pemprov Malut)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Maluku Utara melaksanakan ujian kelulusan di tenda darurat Pulau Batang Dua pascagempa bumi pada 2 April lalu.
  • Gubernur Sherly Tjoanda Laos memindahkan lokasi ujian untuk menjamin keselamatan siswa akibat kerusakan bangunan dan kondisi psikologis mereka.
  • Siswa SMAN 11 Ternate tetap mengikuti ujian penentu kelulusan selama dua hari di tengah keterbatasan fasilitas pengungsian darurat.

Suara.com - Suasana ujian kelulusan di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, tahun ini terasa sangat berbeda. Tidak ada ruang kelas yang tenang atau bangku kayu yang berjejer rapi. Sebagai gantinya, lembar demi lembar soal ujian sumatif akhir harus dikerjakan di bawah atap tenda darurat, di tengah keterbatasan lokasi pengungsian.

Langkah ini diambil Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebagai respons cepat untuk menyelamatkan masa depan pendidikan para siswa pascagempa bermagnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah perairan Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada 2 April lalu.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menegaskan bahwa meski persiapan teknis sudah dimatangkan sejak 13 April, pemindahan lokasi ujian ke tenda pengungsian adalah keputusan yang tak bisa ditawar. Faktor keamanan bangunan sekolah yang retak serta kondisi psikologis siswa menjadi pertimbangan utama.

"Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan para siswa. Pelaksanaan ujian dalam suasana yang tidak stabil dapat memengaruhi konsentrasi mereka," ujar Sherly di Ternate, Rabu (15/4), dikutip dari ANTARA.

Bagi pemerintah, ujian ini bukan sekadar mengejar nilai di atas kertas, melainkan memastikan anak-anak di wilayah terdampak tetap memiliki hak yang sama untuk lulus meski bumi baru saja berguncang hebat di bawah kaki mereka.

Dua Hari Ujian di Bawah Tenda

Hingga hari ini, para siswa SMAN 11 Ternate telah melewati dua hari masa ujian di dalam tenda belajar sementara. Ujian sumatif akhir ini merupakan penentu kelulusan bagi siswa tingkat SMA, SMK, dan SLB yang secara serentak dijadwalkan mulai pekan ini.

Meski cuaca dan fasilitas di lokasi pengungsian jauh dari kata ideal, semangat para siswa untuk menyelesaikan masa sekolah mereka tetap menyala. Di bawah terpal tenda, mereka mencoba fokus, mengabaikan kebisingan pengungsian demi meraih secercah harapan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Pemerintah daerah hingga saat ini terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan penanganan dampak gempa tidak melupakan sektor pendidikan. Fasilitas pendidikan di Pulau Batang Dua memang menjadi salah satu yang terdampak cukup parah, namun upaya pemulihan terus diupayakan agar proses belajar-mengajar bisa kembali ke ruang kelas secepat mungkin.

Baca Juga: Gempa Bitung 7,6 Magnitudo, Rumah hingga Kantor Pemerintah Rusak

Sherly menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan setiap kebutuhan dasar, termasuk alat tulis dan kenyamanan di tenda darurat, tetap terpenuhi bagi para pejuang kelulusan ini.

Load More