News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 07:21 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dukung pengayaan uranium Iran. (x/@mfa_russia)
Baca 10 detik
  • Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mendukung hak Iran mengembangkan energi nuklir untuk tujuan sipil yang damai.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Lavrov setelah bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing pada hari Rabu, 15 April 2026.
  • Rusia siap membantu pengolahan atau penyimpanan uranium Iran demi menjaga kepatuhan negara tersebut terhadap hukum internasional.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan dukungan negaranya terhadap hak Iran dalam mengembangkan energi nuklir untuk kepentingan sipil.

Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Rabu (15/4/2026).

Dalam konferensi pers, Lavrov menekankan bahwa setiap negara memiliki hak untuk memperkaya uranium selama digunakan untuk tujuan damai, termasuk Iran.

"Setiap negara memiliki hak untuk memperkaya uranium secara eksklusif untuk tujuan damai," ujar Lavrov dikutip dari media Iran, Press TV.

Ia juga menegaskan bahwa Rusia akan menghormati keputusan yang diambil Teheran selama tetap berada dalam kerangka hukum internasional.

"Rusia akan menerima keputusan apa pun yang sesuai dengan pihak Iran dalam kerangka hak-hak yang sah ini," tegas Lavrov.

Menurutnya, Moskow siap berkontribusi dalam mencari solusi terkait isu program nuklir Iran.

Salah satu opsi yang ditawarkan adalah pengolahan ulang uranium yang telah diperkaya menjadi bahan bakar pembangkit listrik, atau menyimpannya di Rusia tanpa mengurangi hak Iran atas energi nuklir sipil.

Lavrov juga mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai isu ini telah dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, serta perwakilan dari Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir

Diskusi serupa juga disebut melibatkan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sejumlah kesempatan.

Lebih lanjut, Lavrov menegaskan bahwa hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan Iran mengalihkan program nuklirnya untuk kepentingan militer.

Ia merujuk pada temuan International Atomic Energy Agency (IAEA) yang tidak menemukan indikasi tersebut.

Rusia sendiri diketahui memiliki peran penting dalam kesepakatan nuklir Iran tahun 2015, termasuk dalam pengelolaan uranium yang telah diperkaya.

Pernyataan Lavrov kembali menegaskan posisi Moskow yang mendukung penggunaan energi nuklir secara damai, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik terkait program nuklir Iran.

Load More