- Bakrie Capital Indonesia membeli 464,5 juta saham BIPI senilai Rp116,1 miliar pada 15 April 2026 untuk memperkuat kepemilikan.
- Total investasi Grup Bakrie di BIPI mencapai Rp1,06 triliun guna mendukung transisi perusahaan dari batu bara ke energi terbarukan.
- BIPI kini fokus mengembangkan proyek energi bersih seperti LNG, limbah, dan panas bumi untuk memperkuat arus kas perusahaan.
Suara.com - Grup Bakrie melalui entitas investasinya, Bakrie Capital Indonesia, terpantau semakin agresif dalam memperkuat posisinya di PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI).
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis pada Rabu (15/4/2026), Bakrie Capital kembali melakukan pembelian saham dalam jumlah besar untuk meningkatkan porsi kepemilikannya.
Dalam aksi korporasi terbaru ini, Bakrie Capital memborong sebanyak 464,5 juta lembar saham BIPI. Transaksi tersebut setara dengan 0,73% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Rincian Transaksi dan Akumulasi Investasi
Pembelian saham kali ini dilakukan pada harga rata-rata Rp250 per saham, yang berarti Bakrie Capital mengucurkan dana segar sebesar Rp116,1 miliar.
Melalui transaksi ini, struktur kepemilikan langsung Bakrie Capital di BIPI mengalami kenaikan menjadi 6,73%, meningkat dari posisi sebelumnya yang berada di level 6%.
Secara historis, Bakrie Capital pertama kali masuk secara signifikan ke BIPI pada 24 Februari 2026 dengan mengakuisisi 6% saham di harga Rp248 per saham senilai Rp948 miliar.
Jika diakumulasikan, hingga pertengahan April 2026, Grup Bakrie telah menggelontorkan dana investasi total sekitar Rp1,06 triliun untuk emiten infrastruktur energi ini.
Pada penutupan perdagangan Rabu (15/4), saham BIPI sendiri merespons positif dengan penguatan 0,7% ke posisi harga Rp278.
Baca Juga: BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!
Langkah Bakrie Capital menambah saham di BIPI dinilai sebagai sinyal dukungan terhadap transformasi agresif yang tengah dilakukan manajemen BIPI.
Saat ini, BIPI sedang dalam fase transisi dari ketergantungan pada bisnis batu bara menuju pengembangan energi terbarukan.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Juan Harahap dan Ahnaf Yassar, dalam risetnya menyebutkan bahwa BIPI kemungkinan besar akan mencari pendanaan ekuitas baru tahun ini untuk mempercepat transisi tersebut. Meskipun demikian, dalam jangka pendek, BIPI masih diuntungkan oleh bisnis batu bara yang solid.
Kenaikan harga energi global akibat dinamika geopolitik, termasuk dampak dari Perang Iran, serta peningkatan kuota rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) dari pemerintah, diprediksi akan mendorong kinerja laba positif bagi BIPI pada tahun 2026.
Perseroan telah menyusun rencana jangka menengah dan panjang untuk memperkuat arus kas melalui berbagai proyek energi bersih, di antaranya:
Gas Alam Cair (LNG): Mengembangkan fasilitas dengan kapasitas awal 2,5 mmscfd pada semester II-2026, dengan target peningkatan hingga 20 mmscfd pada 2027–2028. Rencana ekspansi juga mencakup fasilitas di Batam dan Aceh yang ditargetkan beroperasi secara komersial mulai 2029 hingga 2031.
Waste to Energy (WTE): Menjalin kemitraan dengan Danantara Indonesia melalui skema tender pemerintah, termasuk partisipasi dalam proyek pengolahan limbah di Yogyakarta berkapasitas 1.500 ton.
Energi Panas Bumi (Geotermal): Pengembangan proyek di Ponorogo, Jawa Timur, dengan kapasitas 150 Megawatt (MW) yang dijadwalkan mulai berproduksi pada 2031.
Sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem hijau, BIPI juga baru saja menuntaskan akuisisi 20% saham di unit pengolahan limbah milik PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA).
Berita Terkait
-
Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
-
IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat
-
Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal 'Cum Date' Dividen BRI
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 T, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
-
6 Cara Mencuci Sepatu Suede yang Benar, agar Tidak Kusam dan "Botak"
-
Animal Farm dan Cermin Politik Modern: Saat Kesetaraan Hanya Menjadi Slogan
-
Dari Medan Berlumpur hingga Desa Terpencil, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
-
GeForce RTX 3060 Hidup Kembali, GPU 12GB untuk Gaming 1080p dan AI Lokal
-
109 PPPK Paruh Waktu di Pemkot Malang Diupayakan Naik Kelas Jadi Penuh Waktu
-
Sitaan Fantastis di Kasus Korupsi Terbaru, Sejauh Mana Urgensi RUU Perampasan Aset?
-
Banyak Penyalahgunaan! Zulhas Minta Sebulan Bereskan MBG Sebelum Lapor Prabowo
-
Rupiah Betah di Level Rp18.000 per Dolar AS
-
Brutal! Penusuk Pengendara di Fly Over Pasar Tugu Diringkus Setelah 2 Bulan Buron