Suara Denpasar - Group Band God Bless merayakan perayaan pencapaian usia emas dalam berkarya. Yakni 50 tahun eksis di dunia musik tanah air.
Selama perjalanan bermusik, God Bless telah membuktikan jati diri mereka sebagai ikon musik rock Indonesia, serta insan seni budaya bangsa dan eksistensi karya mereka di belantika musik Indonesia.
Untuk memperingati setengah abad umur group band itu, God Bless memiliki agenda besar yaitu perilisan album "Anthology 50th Anniversary".
Video klip album "Anthology 50th Anniversary" sudah dibuat dengan melibatkan banyak seniman muda dari tim orkestra Institut Seni Indonesia Jogjakarta, serta sedikitnya 230 orang pekerja produksi, 55 orang pekerja UMKM kuliner, dan 77 orang pekerja rental dan akomodasi.
Seluruh rangkaian kegiatan ini direspon oleh Pemerintah Republik Indonesia. God Bless dan Direktorat Jenderal Kebudayaan, direncanakan segera menggelar Pameran Koleksi Masterpiece God Bless di salah satu bangunan Cagar Budaya Nasional.
Sebagai puncak perayaan 50 tahun God Bless, kelompok musik om om itu akan menggelar konser tunggal God Bless di Istora Senayan Jakarta tanggal 10 November 2024 mendatang.
Di tengah perjalanan panjang sejak berdiri pada 1973, vokalis God Bless, Achmad Syech Albar mengisahkan bahwa banyak lika-liku yang mereka hadapi. Hanya karena mereka (personil) memiliki selera musik yang sama akhirnya mereka bisa melewati semua rintangan sampai saat ini.
"Semangat bermusiknya, kebetulan sekali selera musik kami semuanya cocok, ini menjadi suatu alasan yang cukup kuat bahwa kita semuanya senang musik rock," terang Achmad Syech Albar saat merayakan 50 tahun God Bless di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (21/7/2023) sore.
Selain itu, faktor lain yang membuat personel God Bless tetap langgeng adalah karena solidaritas, toleransi serta kesetiakawanan di antara mereka. Katanya itu rahasia mereka tetap solid sampai sekarang.
Baca Juga: Salut! 11 Musisi Indonesia Sepakat Suarakan Isu Iklim lewat Musik
"Kami memiliki toleransi yang tinggi di antara kami (personel), saling menghargai, kami sendiri tentunya selalu tetap bercanda tapi selalu ada batasan-batasannya, supaya di antara anggota ini ada yang sakit hati," katanya.
"Yang lain tentunya solidaritas di antara teman juga perlu, saling membantu satu sama lain disaat masa-masa kesulitan, misalkan ada masalah atau apa, selalu ada perhatian-perhatian di antara kami," tandas Achmad Syech Albar. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler