/
Jum'at, 21 Juli 2023 | 20:45 WIB
Vokalis God Bless,Achmad Syech Albar. (Suara Denpasar/ Rovin Bou)

Suara Denpasar - Group Band God Bless merayakan perayaan pencapaian usia emas dalam berkarya. Yakni 50 tahun eksis di dunia musik tanah air. 

Selama perjalanan bermusik, God Bless telah membuktikan jati diri mereka sebagai ikon musik rock Indonesia, serta insan seni budaya bangsa dan eksistensi karya mereka di belantika musik Indonesia.

Untuk memperingati setengah abad umur group band itu, God Bless memiliki agenda besar yaitu perilisan album "Anthology 50th Anniversary".

Video klip album "Anthology 50th Anniversary" sudah dibuat dengan melibatkan banyak seniman muda dari tim orkestra Institut Seni Indonesia Jogjakarta, serta sedikitnya 230 orang pekerja produksi, 55 orang pekerja UMKM kuliner, dan 77 orang pekerja rental dan akomodasi. 

Seluruh rangkaian kegiatan ini direspon oleh Pemerintah Republik Indonesia. God Bless dan Direktorat Jenderal Kebudayaan, direncanakan segera menggelar Pameran Koleksi Masterpiece God Bless di salah satu bangunan Cagar Budaya Nasional.

Sebagai puncak perayaan 50 tahun God Bless, kelompok musik om om itu akan menggelar konser tunggal God Bless di Istora Senayan Jakarta tanggal 10 November 2024 mendatang.

Di tengah perjalanan panjang sejak berdiri pada 1973, vokalis God Bless, Achmad Syech Albar mengisahkan bahwa banyak lika-liku yang mereka hadapi. Hanya karena mereka (personil) memiliki selera musik yang sama akhirnya mereka bisa melewati semua rintangan sampai saat ini. 

"Semangat bermusiknya, kebetulan sekali selera musik kami semuanya cocok, ini menjadi suatu alasan yang cukup kuat bahwa kita semuanya senang musik rock," terang Achmad Syech Albar saat merayakan 50 tahun God Bless di Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (21/7/2023) sore.

Selain itu, faktor lain yang membuat personel God Bless tetap langgeng adalah karena solidaritas, toleransi serta kesetiakawanan di antara mereka. Katanya itu rahasia mereka tetap solid sampai sekarang.

Baca Juga: Salut! 11 Musisi Indonesia Sepakat Suarakan Isu Iklim lewat Musik

"Kami memiliki toleransi yang tinggi di antara kami (personel), saling menghargai, kami sendiri tentunya selalu tetap bercanda tapi selalu ada batasan-batasannya, supaya di antara anggota ini ada yang sakit hati," katanya.
 
"Yang lain tentunya solidaritas di antara teman juga perlu, saling membantu satu sama lain disaat masa-masa kesulitan, misalkan ada masalah atau apa, selalu ada perhatian-perhatian di antara kami," tandas Achmad Syech Albar. (*/Ana AP)

Load More