/
Minggu, 23 Juli 2023 | 16:45 WIB
Berpotensi Rawan Konflik, Ini 4 Dampak Negatif Jika Nekat Nikah Beda Agama (Pexels.com/Pham Hoang Kha)

Suara Denpasar - Melakukan pernikahan beda agama ternyata bisa menimbulkan permasalahan hingga rawan konflik. Mari simak apa saja dampak negatif nikah beda agama.

Dilansir dari Yoursay suara.com melakukan pernikahan menang hak setiap manusia, terlepas apapun agamanya. Namun akan ada dampak negatif yang ditimbulkan jika kedua mempelai ternyata memiliki keyakinan dan agama yang berbeda.

Terkait hal ini, baru-baru ini Pemerintah Indonesia membuat keputusan lewat Surat Edaran MA (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023, dimana didalamnya tertuang larangan bagi pengadilan untuk mengabulkan pernikahan beda agama dan keyakinan.

Pasalnya, beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri Jakarta Pusat diketahui sempat mengabulkan permohonan nikah beda agama.

Lalu apa saja dampak negatif yang ditimbulkan dari pernikahan beda agama?

1. Menimbulkan Konflik Keluarga dan Sosial

Dampak negatif dari menikah beda agama bisa menimbulkan konflik hubungan dengan keluarga dan lingkungan sosial. Penolakan atau ketidaksetujuan akan muncul dari keluarga yang cenderung konservatif terhadap pernikahan semacam itu. 

Hal ini nantinya berpotensi merambah ke konflik hubungan dengan lingkungan sosial di sekitar pasangan beda agama tersebut. 

2. Mengorbankan Keyakinan Masing-Masing

Baca Juga: Punya Kekasih Beda Agama, Pratama Arhan Ramai Digosipkan Pindah Agama

Dalam rumah tangga yang beda agama, ada kalanya salah satu pihak pasangan harus berkompromi dan mengorbankan keyakinan yang dianut demi suami atau istrinya. 

Jika seseorang tidak bisa menyesuaikan diri dengan agama pasangannya hal ini malah bisa menimbulkan konflik internal yang merusak keharmonisan rumah tangga.

3. Timbul Konflik Karena Tidak Bisa Menghormati Keyakinan Pasangan

Memang tidak mudah untuk hidup dengan pasangan yang beda keyakinan. Apalagi jika tidak bisa menghormati tradisi dan nilai-nilai yang dianut oleh pasangan.

Jika tidak bisa saling menghormati dan bertoleransi, hal sensitif terkait isu agama bisa menimbulkan konflik pada pasangan yang beda agama ini.

4. Konflik yang Bisa Timbul Karena Menjalankan Perayaan dan Tradisi Agama

Pernikahan beda agama dapat memicu ketegangan saat dihadapkan dengan perayaan agama dan tradisinya. Terlebih jika pasangan tersebut sudah memiliki anak.

Sang anak bisa menjadi korban pertentangan agama orang tua, jika ada perselisihan dalam menjalankan perayaan dan tradisi agama tertentu. Baiknya anak harus diberi pengertian bagaimana orang tua yang beda agama menjalankan tradisi agamanya masing-masing. (*/Ana AP)

Load More