Suara Denpasar - Setelah Persib Bandung dibantai sang jawara yakni PSM Makassar di laga lanjutan pekan keempat BRI Liga 1 dengan skor telak 4-2, kini beredar aksi anarkis yang dilakukan Bobotoh.
Dikabarkan, Bobotoh yang ngamuk atas kekalahan tersebut langsung membakar graha Persib Bandung tak lama setelah tim kebanggaannya itu melakoni laga bersama PSM Makassar.
Aksi anarkis yang dilakukan Bobotoh ini diungkap kanal YouTube LIGANYA DAGELAN lewat sebuah video berdurasi 2 menit 14 detik yang sudah diputar 41 ribu kali.
Adapun video yang dibagikan pada Sabtu (22/7/2023) tersebar dengan judul 'Klubnya Dibantai Habis! Bobotoh Ngamuk Langsung Bakar Graha Setelah Laga vs PSM'.
Berikut ini hasil penelusuran cek fakta tim Suara Denpasar terkait video tersebut.
Cek Fakta:
Setelah disaksikan secara utuh, tayangan tersebut rupanya menjelaskan kekalahan Persib Bandung di laga PSM Makassar yang membuat skuad Pangeran Biru masuk ke degradasi posisi 6 klasemen sementara BRI Liga 1.
Setelahnya, narator baru mengulas seputar kekecewaan Bobotoh atas kekalahan pertama yang didapatkan Persib Bandung di musim ini.
Narator menyebutkan, kekalahan itu bahkan memicu aksi viral yang diduga dilakukan Bobotoh setelah laga PSM Makassar.
Dari video yang banyak beredar di media sosial, narator mengatakan aksi Bobotoh yang melemparkan flare ke graha Persib hampir membuat gedung tersebut terbakar.
Selain itu, Keterpurukan Persib Bandung usai hengkangnya Luis Milla ini juga membuat Bobotoh meminta para jajaran manajemen Persib Bandung, termasuk Teddy Tjahjono mundur dari jabatannya.
Dilansir dari Antaranews, Minggu (23/7/2023), aksi anarkis yang dilakukan para pendukung Persib Bandung semalam memang benar adanya.
Namun, ratusan Bobotoh ini tidak langsung membakar graha Persib sebagaimana yang tertulis dalam judul video. Melainkan mereka mengutarakan kekecewaaan itu hanya dengan membakar ban dan menyalakan flare di depan gedung graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung pada Minggu malam.
Selain menyalakan flare dan membakar ban, para Bobotoh juga membawa sejumlah spanduk bertuliskan kekecewaannya kepada pihak manajemen terkait performa di liga 1.
Meski demikian, pihak kepolisian telah memastikan bahwa pihaknya akan membantu para Bobotoh menyampaikan aspirasi mereka. Namun, dengan syarat harus dilakukan secara kondusif.
"Saya akan kawal sampai acara kesepakatan dengan manajemen selesai, tapi teman-teman Bobotoh mohon tertib," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung yang saat itu berada di lokasi.
Kesimpulan:
Berdasarkan hasil penelusuran diatas, maka dapat dipastikan jika berita yang disajikan di kanal YouTube LIGANYA DAGELAN dapat dikategorikan sebagai misleading content, lantaran narasi yang disajikan bisa menyesatkan publik. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Blunder Fatal Luis Milla di Persib Bandung, Teddy Tjahjono Dipaksa Sat Set di Deadline Bursa Transfer Pemain, Sosok ini Didatangkan
-
Cek Fakta: Susul Luis Milla, Alberto Rodriguez Tinggalkan Persib Gara-gara Diserang Suporter Usai vs PSM, Benarkah?
-
Menang Telak Lawan Persib, Tavares Malah Ingatkan PSM Makassar untuk Fokus di Menit Terakhir
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026