News / Nasional
Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:10 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan kehormatan dari Penasihat Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, Prof. Kim Soo Il, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2026). [Dok Tim Media PDIP]
Baca 10 detik
  • Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Penasihat Presiden Korea Selatan, Prof. Kim Soo Il, di Menteng pada 8 Mei 2026.
  • Pertemuan tersebut membahas dinamika geopolitik global serta upaya reunifikasi atau penyatuan kembali Korea Utara dan Korea Selatan.
  • Megawati diharapkan kembali menjalankan peran strategis sebagai utusan khusus untuk mendorong terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea tersebut.

Suara.com - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan kehormatan dari Penasihat Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, Prof. Kim Soo Il, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2026).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas dinamika geopolitik global, termasuk upaya reunifikasi atau penyatuan kembali Korea Utara dan Korea Selatan.

Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, serta Ketua DPP PDIP, Rokhmin Dahuri. Diskusi berlangsung hangat mengingat Prof. Kim merupakan mantan diplomat yang sangat akrab dengan Indonesia dan fasih berbahasa Indonesia.

Hasto menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menyinggung kembali peran strategis Megawati yang selama ini dikenal sebagai special envoy atau utusan khusus untuk kedua belah pihak di Semenanjung Korea. Harapan agar Megawati kembali menjembatani perdamaian juga diutarakan dalam dialog tersebut.

"Dalam pertemuan, disinggung kembali dan mengharapkan Ibu Megawati menjalankan peran strategis guna mendorong perdamaian di Semenanjung Korea," ujar Hasto dalam keterangannya yang dikutip Suara.com, Jumat (8/5/2026).

Hubungan Megawati dengan Korea tidak terlepas dari sejarah besar ayahnya, Soekarno, yang bersahabat erat dengan pemimpin pertama Korea Utara, Kim Il Sung.

Kedekatan tersebut berlanjut saat Megawati menjabat sebagai Presiden ke-5 RI dengan melakukan kunjungan historis menemui Kim Jong Il di Pyongyang pada tahun 2002, serta kunjungan berikutnya pada 2005 untuk membahas hubungan bilateral.

Tak hanya dengan Korea Utara, kedekatan Megawati dengan Korea Selatan juga terjalin kuat melalui berbagai kerja sama akademik dan diplomasi budaya.

"Dengan Korea Selatan, Ibu Megawati juga dekat bahkan diundang saat pelantikan Presiden Korsel. Pernah juga menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts pada 2022. Pada 2015 Ibu Megawati menerima gelar doktor dari Korean Maritime University, dan 2017 menerima gelar doktor dari Mokpo National University. Sebelumnya, Ibu Megawati diundang dan menjadi pembicara utama dalam DMZ International Forum on the Peace Economy di Seoul, Korea Selatan, pada 2019. Forum ini membahas perdamaian dan reunifikasi Korea," tambah Rokhmin Dahuri.

Baca Juga: Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

Hasto menegaskan bahwa apa yang dilakukan Megawati saat ini merupakan bentuk nyata dari nilai-nilai perdamaian dunia yang dicita-citakan Bung Karno.

"Sehingga apa yang dilakukan Ibu Megawati merupakan aktualisasi dari pemikiran Bung Karno yang sejak awal mendorong perdamaian di Korea pada perang dingin guna menghindari perpecahan dari satu bangsa yang juga memiliki sejarah perlawanan terhadap penjajahan," sebut Hasto.

Dialog yang berlangsung serius tersebut ditutup dengan suasana santai. Usai bertukar cinderamata, Megawati sempat berseloroh menanyakan usia Prof. Kim yang tampak tetap bugar.

"Sekarang berapa umur Prof, Kim?" tanya Megawati.

"Saya 73 tahun," jawab Prof. Kim Soo Il.

Mendengar jawaban itu, Megawati lantas menyahut sambil tersenyum, "Masih lebih muda. Saya 79."

Load More