- Warga Desa Pasirranji, Bekasi, selama bertahun-tahun mengalami krisis air bersih karena kualitas sumur tanah yang tidak layak konsumsi.
- Bosch Indonesia dan Habitat for Humanity menghadirkan program perpipaan untuk menyalurkan air bersih bagi 40 kepala keluarga di desa.
- Infrastruktur perpipaan tersebut berhasil menurunkan biaya bulanan rumah tangga secara signifikan serta memastikan ketersediaan air bersih bagi warga.
Suara.com - Akses air bersih masih menjadi persoalan bagi sebagian warga Desa Pasirranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Meski berada di kawasan yang terus berkembang sebagai wilayah industri, banyak warga selama bertahun-tahun harus hidup dengan keterbatasan air layak konsumsi.
Air tanah dari sumur yang selama ini dimanfaatkan warga umumnya belum memenuhi standar kebutuhan sehari-hari. Kondisinya kerap keruh, berwarna kekuningan, hingga terasa pahit.
Kepala Desa Pasirranji, Wardi Sunandar, mengatakan pengeboran sumur hingga kedalaman 135 hingga 150 meter pun belum mampu menghasilkan sumber air yang optimal.
“Airnya ada, tapi sering berwarna kuning, berminyak, dan terasa pahit, sehingga tidak bisa digunakan. Karena itu, warga harus bergantung pada pasokan air dari sistem perpipaan,” ujar Wardi.
Keterbatasan sumber air tanah membuat sebagian besar warga selama ini mengandalkan pasokan air dari luar wilayah menggunakan mobil tangki. Kondisi tersebut tidak hanya memakan biaya besar, tetapi juga membuat warga harus menghadapi ketidakpastian distribusi.
Atang, warga Kampung Cimahi yang telah tinggal lebih dari lima tahun di wilayah tersebut, mengaku pernah harus menunggu hingga dua hari untuk mendapatkan pasokan air.
“Kita pesan mobil tangki, kadang datangnya dua hari kemudian karena antre,” kata Atang.
Dalam sebulan, biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga bahkan bisa mendekati Rp1 juta. Di luar itu, warga juga masih harus membeli air galon ketika pasokan terlambat datang.
Namun kondisi perlahan berubah setelah jaringan perpipaan mulai masuk ke kawasan permukiman warga.
Baca Juga: Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
Perubahan tersebut kini dirasakan sekitar 40 kepala keluarga di Kampung Cimahi melalui program “Bosch Water Project” yang dijalankan Bosch Indonesia bersama Habitat for Humanity Indonesia.
Melalui infrastruktur tersebut, air bersih disalurkan langsung ke rumah-rumah warga dengan kapasitas distribusi mencapai 21.600 liter per hari.
Bagi Atang, kehadiran jaringan perpipaan membawa dampak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangganya.
“Sekarang paling Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per bulan. Dulu bisa sampai satu juta,” ujarnya.
Selain mengurangi biaya, warga kini juga tidak lagi bergantung penuh pada jerigen maupun antrean truk tangki untuk mendapatkan air bersih.
Program Director Habitat for Humanity Indonesia, Arwin Soelaksono, mengatakan akses air bersih bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan