Suara Denpasar - Lady Nayoan dan Rendy Kjaernett kini masih menghadapi proses cerai. Namun Rendy sendiri hingga kini masih berusaha untuk tetap mempertahankan rumah tangganya dengan Lady.
Kendati demikian, Rendy meminta belas kasihan pada majelis hakim agar diberikan kesempatan untuk melakukan mediasi kedua. Pasalnya mediasi pertama mereka dianggap gagal.
Oleh karenanya, majelis hakim menunda persidangan dan memberikan kesempatan 2 minggu kepada Rendy untuk meyakinkan Lady agar mau rujuk kembali.
"Pihak Rendy meminta kepada majelis hakim mercy atau belas kasihan, akhirnya majelis bilang, 'udah, kita tunda dulu deh dua Minggu coba diusahakan lagi dari pihak Pak Rendy', gitu," ujar kuasa hukum Lady Nayoan, Ezra Simanjuntak seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (25/7/2023).
Selain itu, Rendy juga diminta untuk membuat resume yang berisikan soal berbagai upayanya dalam meyakinkan Lady agar ibu tiga anak itu mau rujuk lagi dengannya.
"Kami masih menunggu resume dari kuasa hukum Pak Rendy terkait apa saja. Nanti kami lihat dulu," kata Ezra Simanjuntak.
Pihak Lady nantinya akan mempertimbangkan bagaimana usaha Rendy. Dan bila nanti dinilai kuat, maka majelis hakim akan mengagendakan sidang mediasi kedua.
Begitu pula sebaliknya, bila usaha Rendy gagal untuk meyakinkan Lady, maka majelis hakim akan melanjutkan persidangan ke tahap berikutnya.
Namun menurut Ezra Simanjuntak, sejauh ini tekad Lady untuk berpisah dengan Rendy sudah bulat.
"Memang ini udah bulat tekad dari awal. Dari yang masalah di polda waktu itu, sampai berjalan sampai tiga kali, akhirnya sampai mantap ajuin gugatan perceraian," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi