Suara Denpasar - Sejak resmi beroperasi pada 18 Desember 2022, aktivitas di Pelabuhan Sanur tergolong cukup padat. Pasalnya dalam setahun ditargetkan 2 juta orang melintas di Pelabuhan tersebut.
Namun faktor lain yang tidak dipikirkan sebelumnya adalah soal penanganan kemacetan di sekitar Pelabuhan itu. Akibatnya masyarakat setempat merasa aktivitas mereka terganggu, sejak Februari 2023 warga setempat mulai ajukan protes.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi kemacetan tersebut. Katanya puncak kemacetan biasanya terjadi mulai pukul 15.00 Wita, sore.
"Kalau jam 3 sore misalnya dari Titi Banda sampai ke Matahari Terbit sangat macet, yang terganggu sebelah barat jalur bypass semua parkir kesana dari KFC sampai ke sana timbulkan keresahan bagi masyarkat dan usaha di sana," jelas IGW Samsi Gunarta, di Gedung DPRD Provinsi Bali, Selasa (25/7/2023).
Samsi Gunarta menjelaskan kemacetan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya;
1. Kendaraan yang menuju Pelabuhan Sanur parkir pada badan jalan (Jalan Matahari Terbit dan Ruas Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai).
2. Akses pergerakan keluar – masuk Pelabuhan Sanur melalui 1 ruas jalan (Jalan Matahari Terbit).
3. Jarak Gate Tiket parkir dengan jalan akses Pelabuhan Sanur terlalu dekat.
4. Terdapat konflik pada saat manuver kendaraan menuju Pelabuhan Sanur di Simpang Matahari Terbit.
5. Keberangkatan Kapal yang tidak sesuai dengan time schedule.
Baca Juga: Lagi! Exco PSSI Arya Sinulingga Kena Sentil Pentolan Bonek Andie Peci Gara-gara Ini
6. Pertumbuhan jumlah penumpang Pelabuhan Sanur saat ini (Tahun 2023) meningkat melebihi perkiraan/proyeksi dalam Rencana Induk Pelabuhan Sanur Tahun 2019.
Terutama soal kendaraan yang parkir liar di badan jalan bypass (Jalan Matahari Terbit dan Ruas Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai), pihaknya akan bertindak tegas.
"Kendaraan-kendaraan yang parkir di bypass itu sudah jelas melanggar hukum dan penegakannya kita berharap Dishub berkoordinasi dengan lalu lintas bisa menegakan itu," harapnya.
Selain itu Samsi Gunarta mengatakan pihaknya akan membantu Desa Adat Sanur yang selama ini menangani area parkir Pelabuhan Sanur tersebut.(Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan
-
Rektor Unsoed Tersandung Korupsi, Pengamat Dorong Audit Menyeluruh PTN
-
Catatan Kritis Pukat UGM soal RUU Perampasan Aset: Ancaman Macan Kertas hingga Korupsi Aparat
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda