Suara Denpasar - Sebanyak 651 orang penyuluh bahasa Bali datangi DPRD Provinsi Bali untuk menanyakan nasib mereka terkait adanya surat keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas.
Surat keputusan Menpan tersebut mengatur tentang penghapusan tenaga honorer pada 28 November 2023 mendatang. Penghapusan itu berdasarkan amanat Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) Nomor 5 Tahun 2014 dan surat edaran bernomor B/185/M.SM.02.03/2022.
Atas dasar tersebut, para penyuluh bahasa Bali mendatangi DPRD Provinsi Bali untuk meminta perlindungan nasib. Sebab mereka merupakan tenaga honorer yang digaji menggunakan dana APBD.
Kedatangan 651 tenaga penyuluh bahasa Bali itu diterima oleh Komisi IV dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Gusti Putu Budiarta mengatakan pihaknya akan menjamin aspirasi terutama nasib para penyuluhan bahasa Bali itu.
Budiarta menuturkan para penyuluh bahasa Bali itu tidak perlu khawatir karena dalam keputusan Menpan tersebut diperintahkan Pemerintah Daerah untuk menganggarkan dana kepada tenaga honorer yang dibutuhkan.
"Itu sebagai dasar acuan kami bahwa mereka (penyuluh bahasa Bali) harus dipertahankan di masing-masing wilayah tanpa harus membuat atau menambah dari pada tenaga-tenaga non ASN yang baru," kata Budiarta di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Kamis (27/7/2023).
Lebih lanjut, Budiarta mengatakan para penyuluh itu harus dipertahankan karena memiliki tugas penting dalam rangka mendorong visi dan misi Gubernur Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Karena itu pihaknya akan mendorong Gubernur Bali untuk membuat kebijakan khusus untuk para penyuluh bahasa Bali.
Baca Juga: Pukul Honorer, Kabid Politik Dalam Negeri Kesbangpol Akhirnya Dipolisikan
"Oleh sebab itu keinginan kami (DPRD) adalah supaya pemerintahan Bali khususnya Gubernur Bali membuat kebijakan yang strategis untuk mempertahankan keberadaan para penyuluh bahasa Bali ini di masyarakat," pintanya.
Kepada 651 penyuluh bahasa Bali itu, Budiarta berpesan agar tetap bekerja secara maksimal untuk mempertahankan budaya, tradisi dan adat yang sudah dimiliki Bali.
"Kami berharap kepada seluruh penyuluh bahasa Bali agar tenang bekerja, bekerja dengan baik pertahankan budaya tradisi dan adat yang sudah kita miliki. Saya yakin pemerintah daerah khususnya Gubernur Bali pasti akan membuat kebijakan khusus untuk mempertahankan kalian semua," tandasnya. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
John Herdman Tak Sempat Nonton Piala Dunia 2026 Demi Timnas Indonesia
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Comeback Dramatis Lawan Pantai Gading, Jerman Akhiri Kutukan 16 Tahun di Piala Dunia
-
Apa Itu Sillage Parfum? Ini 4 Rekomendasi Lokal yang Wanginya Semerbak saat Lewat
-
Sinopsis Love on the Menu, Drama Baru Hani EXID Kisahkan Lika-liku Keluarga
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Mainan di Medan Johor, 11 Rumah Terdampak
-
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026