- LIXIL menghadirkan paviliun OASE di ajang ARCH:ID 2026 Jakarta untuk mengeksplorasi hubungan antara air, sanitasi, dan arsitektur perkotaan.
- LIXIL berupaya mengintegrasikan isu akses sanitasi ke dalam perancangan ruang hidup untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
- Hingga 2026, LIXIL telah berhasil membantu 103 juta orang mendapatkan akses sanitasi layak guna memperbaiki kondisi kesehatan serta ekonomi.
Suara.com - Akses sanitisasi kini masih menjadi sorotan, karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses itu secara memadai. Sehingga, hal ini menjadi isu tersendiri, apalagi dalam pembangunan infrastruktur.
Perusahaan global solusi air dan hunian, LIXIL, mendorong pendekatan baru dengan mengintegrasikan isu sanitasi tersebut ke dalam perancangan ruang hidup.
Dalam ajang ARCH:ID 2026, LIXIL menghadirkan paviliun bertajuk 'OASE: Architecture in the Water Cycle' yang mengangkat hubungan antara air, sanitasi, dan perkembangan kota melalui pendekatan lintas disiplin.
"Kolaborasi adalah kunci dan standar baru untuk membentuk kualitas ruang hidup yang lebih baik. Lanskap arsitektur masa kini harus mampu memberikan kontribusi yang lebih luas, mulai dari kelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat, hingga kemajuan pembangunan nasional. Melalui sinergi kita dapat menghadirkan solusi yang lebih adaptif," ujar Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara, di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Paviliun tersebut menjadi ruang eksplorasi yang menggabungkan arsitektur, data lingkungan, hingga narasi visual untuk menghadirkan pengalaman edukatif bagi publik terkait pentingnya air dalam kehidupan perkotaan.
Founder Mamostudio, Adi Purnomo, menjelaskan bahwa konsep OASE berangkat dari keresahan terhadap persoalan air dan ruang hidup yang semakin kompleks di kota-kota besar.
"Saya memiliki perhatian panjang pada persoalan air dan kaitannya dengan arsitektur. Saat pertama kali mempresentasikan ide di hadapan LIXIL, saya pikir mungkin tidak akan berlanjut, namun ternyata langsung disetujui. Kami mencoba mendedikasikan paviliun ini sebagai titik yang semacam oase, memberi ruang hijau ke ruang publik yang lebih besar. Itu kenapa kita bikin namanya jadi OASE, yang kebetulan kata oase berkaitan juga dengan air," kata Adi.
Selain mengangkat isu lingkungan, LIXIL juga menyoroti pentingnya akses sanitasi secara global. Perusahaan mencatat masih terdapat sekitar 3,4 miliar orang di dunia yang belum memiliki akses sanitasi layak.
Melalui berbagai inisiatifnya, LIXIL telah berkontribusi meningkatkan akses sanitasi bagi 103 juta orang hingga 2026. Upaya ini dinilai tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki efek ekonomi yang signifikan.
Baca Juga: Bukan Cuma Kewajiban, Label Halal Kini Jadi Senjata Ampuh Dongkrak Nilai Jual Industri
Pendekatan ini menunjukkan bahwa arsitektur masa kini tidak lagi sekadar soal estetika bangunan, tetapi juga menjadi medium untuk menjawab tantangan sosial dan lingkungan yang semakin kompleks.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi