Suara Denpasar - Jalanan sekitar Bali selalu terlihat indah saat hari raya Galungan dan Kuningan. Setiap masyarakat Bali selalu memasang penjor di depan rumah masing-masing.
Selain itu itu, hal lain yang identik dengan hari raya Galungan dan Kuningan adalah daging babi guling daging babibyang di panggung secara utuh.
Terkait Galungan dan Kuningan tahun 2023, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Nyoman Kenak mengatakan tidak ada suatu yang khusus atau dalam hari raya Galungan dan Kuningan kali ini. Sama seperti sebelum-sebelumnya.
Hanya saja dia mengingatkan agar perayaan hari raya Galungan dan Kuningan tidak hanya dimaknai dengan pasang penjor di depan rumah dan bunuh babi.
Yang paling penting menurutnya adalah tentang bagaimana umat Hindu benar-benar mengalami makna dari hari raya Galungan dan Kuningan itu sendiri.
"Menjadi momen yang penting untuk kita ambil hikmahnya, bukan semata-mata hanya sekadar memenjor (pasang penjor) ataupun bunuh babi, tapi kita betul-betul harus merayakan kemenangan," ucap Kenak saat dihubungi Suara Denpasar, Selasa (1/8/2023).
Kenak menjelaskan, kemengan yang dimaksudkan adalah kemenangan atas pengendalian diri, atau meredam segala keinginan yang bersifat negatif.
"Merayakan kemenangan, ya kita bersyukurlah karena sudah menaklukkan musuh itu sendiri. Musuh itu bukan musuh yang ada di luar, musuh yang paling susah dikalahkan adalah yang ada dalam diri kita sendiri," jelasnya.
Karena itu, Kenak berharap Galungan dan Kuningan kali ini dapat dirayakan secara serius oleh umat Hindu agar menjadi pribadi yang bebas dari keinginan-keinginan negatif.
Baca Juga: Sepakat dengan Manajemen, Suporter Bali United Cabut Keputusan Boikot, Siap Meramaikan Stadion Dipta
"Saya berharap umat Hindu baik yang ada di Bali maupun yang ada di luar Bali agar bisa merayakan Galungan dan Kuningan dengan baik. Betul-betul ambil hikmah dari arti Galungan dan Kuningan itu sendiri," tandas Kenak. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Waspada Vampir Oli pada Motor Bekas, Kenali Ciri dan Cara Deteksinya sebelum Membeli
-
Apakah Aman Menyimpan Skincare dan Makanan dalam Satu Kulkas Mini?
-
Pabrik BYD di Subang Diresmikan Pekan Depan
-
Bukan Minta Maaf, Pelaku Begal Payudara di Bangkalan Malah Bacok Suami Korban
-
Sebelum Remaster Rilis, Toy Story 3 Akan Dihapus dari Xbox
-
Usut Sumber Limbah Kali Jantung, DLHK Depok Gandeng Wilayah Tempuh Jalur Hukum
-
Brimob Sterilisasi JIS dari Tribun Sampai Ruang Ganti Jelang Duel Persija vs Brisbane Roar
-
KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa di Disdik Bogor
-
Utang Kereta Cepat Dialihkan ke Kemenkeu pada 15 September
-
30 Hektare Lahan di Rorotan Ludes Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar Orang