Suara Denpasar- Pemain Timnas Indonesia, Saddil Ramdani belakangan menjadi sorotan publik pencinta sepak bola Indonesia. Hal itu usai komentarnya di media sosial saat menjawab kritikan netizen.
Dimana Saddil mengkritisi jam bermain yang diberikan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong terhadapnya. Dia juga diduga menyebut pemain naturalisasi di Timnas Indonesia sebagai pendatang.
Akibat komentarnya itu, dia mendapatkan banyak komentar pedas dari sejumlah pihak. Salah satunya kabar yang menyebut Saddil Ramdani ditangkap.
Hal itu dikarenakan Erick Thohir selaku ketua PSSI murka atas sikap Saddil Ramdani tersebut. Lantas benarkah kabar itu?.
CEK FAKTA
Kabar Saddil Ramdani ditangkap dikabarkan oleh kanal YouTube Sport News. Video berdurasi 4 menit 35 detik diunggah oleh kanal YouTube Sport News dengan jumlah subscriber 24,3 ribu.
Video itu berjudul "Nasib Tragis Saddil Ramdani, Ngamuk Tak Mau Ditangkap, Erick Thohir Tegas Beri Tindakan Ini".
Video itu diunggah pada tanggal 2 Agustus 2023 dan telah ditonton sebanyak 29.381 kali saat dilihat pada Minggu (6/8/2023). Berikut link videonya: https://youtu.be/sBBMAE1hC7A.
Di menit awal, video menampilkan pernyataan Erick Thohir terkait surat FIFA kepada PSSI berkaitan dengan kisruh batalnya gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia beberapa waktu lalu. Video itu diambil dari kanal YouTube PSSI.
Lalu ada pula potongan video Coach Justin mengomentari perilaku Saddil yang diambil dari kanal YouTube Justinus Lhaksana. Dari menit awal video, tak ada foto atau gambar yang menunjukan Erick Thohir murka dengan perilaku Saddil Ramdani.
Tak ada juga video atau gambar resmi yang menampilkan Saddil Ramdani ditangkap. Dicek dari website resmi PSSI, Saddil Ramdani masih tercatat sebagai pemain Timnas Indonesia. Lalu pada Transfermarkt, Saddil Ramdani masih tercatat sebagai pemain Sabah FC Malaysia.
KESIMPULAN
Kabar yang diunggah oleh kanal YouTube berjudul Nasib Tragis Saddil Ramdani, Ngamuk Tak Mau Ditangkap, Erick Thohir Tegas Beri Tindakan Ini adalah hoax atau berita bohong.(Rizal/*)
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Auto Dipecat Erick Thohir Gegara Kalah Telak dari Barcelona, Bima Sakti Menangis
-
Vietnam Makin Kukuhkan Grup Neraka Bagi Timnas Indonesia di Piala Asia 2023, Bakal Datangkan Filip Nguyen
-
Pantas Saja Dipilih FIFA, Ternyata Stadion JIS Punya 7 Fitur Super Canggih Ini, Kalahkan Stadion Negara Maju
-
Shin Tae-yong Rajin Blusukan ke BRI Liga 1, Diam-diam Incar Egy Maulana Vikri untuk Comeback ke Timnas Indonesia?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026, Torsi Lebih Ganas dan Transmisi Matik
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat
-
Istri yang Dibakar Suami di Paluta Meninggal Dunia
-
Ngaku Difitnah soal Jadi Petugas Haji, Chiki Fawzi Malah Dikritik Gara-Gara Adab di Acara TV
-
Kekuatan Tersembunyi Mahalini Jelang Konser: Rahasia Dukungan 2 Keluarga yang Tak Terbatas
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Perang Melawan Scam: AI Indosat Hadang 2 Miliar Ancaman Digital dalam 6 Bulan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi