Suara Denpasar - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar, menjadi salah satu persoalan bagi Pemerintah Provinsi Bali. Pasalnya hampir semua sampah di beberapa wilayah di Bali dibawa ke sana.
Akibatnya tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Denpasar Selatan itu overload atau kelebihan muatan. Fakta ini menjadi bukti bahwa sampah masih menjadi masalah serius bagi Provinsi Bali.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra. Menurutnya sampah yang masuk ke TPA Suwung per hari mencapai 1,100 ton.
Made Indra menjelaskan, untuk mengatasi hal tersebut Pemprov Bali sedang giat membangun sejumlah TPST (Tempat pengolahan sampah terpadu) di sejumlah daerah di Bali.
"Itu mencapai 1,100 ton perhari, maka harus tersedia TPST yang lain atau beberapa TPST yang bisa mengambil itu," jelas Dewa Made Indra di Gedung Wiswa Sabha, Selasa (8/8/2023).
Dewa Made Indra yang juga menjadi salah satu kandidat Pj Gubernur Bali itu menjelaskan bahwa, selain akan membangun TPST, Pemprov Bali juga sedang genjot membangun TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle) di desa-desa.
Program TPS3R itu diharapkan agar setiap desa mendaur ulang sampah di desanya masing-masing dengan pendekatan 3R yakni Reuse, Reduce, dan Recycle (Gunakan Kembali, Kurangi, Daur Ulang). Sampah dijemput dari tiap rumah, pemilah sampah, pengelolaan sampah organik yang akan dijadikan kompos.
Iya itu sedang dilanjutkan terus ditambah dengan TPS3R (TPA yang ada di desa)
"Itu yang disebut TPS3R, jadi sampahnya selesai di desa-desa. Kita bisa bayangkan kalau semua desa menyelesaikan sampahnya sendiri kan tidak di bawah lagi ke TPST apalagi di bawah ke TPA Suwung," ujarnya.
Lebih lanjut, Dewa Made Indra mengatakan Pemprov Bali akan memfasilitasi TPS3R itu dengan memberikan lahan kepada desa-desa untuk membangun pengolahan sampah berbasis 3R tersebut. Tinggal pemerintahan desa mengajukan permohonan ke Pemprov Bali.
"Sekarang masing-masing Desa di Bali difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Bali, lahan-lahan yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Bali yang ada di Desa silahkan dimohon untuk dipakai sebagai TPS3R."
"Ini sekarang beberapa lahan sudah kita berikan. Jadi beberapa sudah terbangun beberapa sedang dalam proses persiapan," tandasnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan