Suara Denpasar - Beredar kabar Jokowi laporkan Rocky Gerung ke Bareskrim hingga viral.
Rocky Gerung beberapa waktu ini tengah jadi sorotan terkait pernyataannya soal presiden yang menuai pro dan kontra.
Namun benarkah Presiden Jokowi laporkan Rocky ke Bareskrim?
Kabar tersebut disebarkan oleh kanal YouTube KABAR POLITIK dengan video berdurasi 10 menit 10 detik.
Video tersebut diunggah dengan judul 'Nekat Turun Tangan, Pagi Ini Jokowi Laporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Begini Viral', dilansir Suara Denpasar pada Selasa, (8/8/2023).
Video itu diunggah kanal youtube tersebut pada Senin, 7 Agustus 2023 dan sudah ditonton 33 ribu kali.
Pada thumbnail konten tersebut dituliskan 'Breaking News! Gawat... Pak Jokowi Laporkan ke Bareskrim, Kabar Buruk Rocky Gerung, Diminta Siap-Siap'.
Tim Suara Denpasar melakukan penelusuran mendalam terkait video yang beredar itu, berikut ini hasil cek faktanya.
CEK FAKTA
Setelah diputar, video itu menampilkan pidato KSP Moeldoko, namun video tersebut hanya sekedar potongan atau cuplikan.
"Ini adalah menyerang, ini sudah saya kategorikan menyerang, menyerang pribadi presiden," ucapnya dalam potongan video tersebut.
Sampai video itu selesai diputar, tidak ada bukti bahwa Presiden Jokowi melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim.
Dilihat dari kanal YouTube Sekretariat Presiden dan instagram @jokowi, tidak ditemukan informasi bahwa pihaknya melaporkan intelektual tersebut.
Selain itu, setelah ditelusuri video pidato KSP Moeldoko itu pernah diunggah oleh kanal YouTube salah satu stasiun televisi nasional, berikut ini link video lengkapnya:
https://youtu.be/x8u6y5HiQNg
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Menakjubkan! Dihadiri Presiden Jokowi, FIFA Resmikan Stadion JIS sebagai Venue Piala Dunia U-17
-
Cek Fakta: Di Luar Nalar, Saddil Ramdani Akui Jadi Mata-mata Timnas Malaysia, Presiden Jokowi Tegas Beri Hukuman
-
Dear Pak Jokowi, Pembangunan IKN Berkiblat ke Kota Shenzhen Tiongkok Dinilai Tidak Tepat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY