Suara Denpasar - Presiden Jokowi bersama Menteri Luhut Binsar Pandjaitan baru-baru ini mengunjungi Tiongkok atau Cina.
Kunjungan itu dimaksudkan untuk beberapa tujuan, salah satunya ialah upaya mengajak negara tersebut berinvestasi di ibu kota baru Indonesia itu.
IKN atau Ibu Kota Nusantara tengah dalam proses pembangunan dengan tujuan pemindahan kota administrasi atau kepemerintahan dari Jakarta ke pulau Kalimantan.
Kunjungan Jokowi ke Tiongkok itu bukan hanya bertujuan mengajak untuk investasi, melainkan juga dalam rangka belajar membangun kota baru.
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pendanaan Investasi IKN, Agung Wijaksono dalam salah satu acara di stasiun televisi nasional.
"Jadi pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam membangun sebuah kota baru, dengan salah satu referensinya atau referensi yang dijadikan contoh adalah Kota Shenzhen," ucapnya dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube KOMPASTV pada Sabtu, (5/8/2023).
Akan tetapi Direktur Celios, Bima Yudistira yang juga hadir dalam acara itu menyampaikan kritikan terkait tujuan tersebut.
Menurutnya, kegiatan tukar pengalaman dan pemikiran tentang pembangunan kota baru dengan Shenzhen sebagai referensinya itu tidak tepat.
Hal tersebut karena perbedaan fungsi kedua kota tersebut. Bima memaparkan bahwa IKN dibangun dengan tujuan memindahkan pemerintahan atau kota administratif dari Jakarta ke ibu kota baru.
Baca Juga: Dokter Tifa Sebut Tak Ada Investor yang Tertarik Ide IKN: Bisakah Pemerintah Berpikir?
Sedangkan Kota Shenzhen merupakan kota industri bukan kota administrasi.
Lebih jauh lagi, Bima menyampaikan ada kemungkinan negatif jika Tiongkok campur tangan dengan memberikan pendapatnya terkait pembangunan IKN dengan referensi Kota Shenzhen.
Kemungkinan negatif itu salah satunya ialah ancaman untuk alam di IKN itu sendiri, karena ada kemungkinan digabungkan antara kota administrasi dengan industri.
"Problemnya adalah Shenzhen dengan ibu kota negara ini hal yang beda, IKN Nusantara ini kan mau memindahkan pusat administratif, sementara Shenzhen itu adalah kawasan industri," paparnya.
"Ibu Kota Nusantara ini mau dijadikan apa? kalau misalkan diminta tolong, tolong Tiongkok kasih saran terhadap masterplan ataupun kemudian denah ibu kota negara, nah ini jadi pertanyaan besar juga," lanjutnya.
"Ngapain? ibu kota negara ini kan objek vital nasional, dan di situ ada isu security juga," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Tips Mudah Mengajukan Keringanan Cicilan KPR BRI (Restrukturisasi)
-
Cara Menonaktifkan SMS Banking BRI, Akses Langsung dari BRImo
-
Tutorial Wangi Bunga Sepanjang Hari: Biar Bau Opor Gak Nempel di Baju Lebaran Kamu
-
Imsak Palembang Hari Ini 17 Maret 2026, Jangan Sampai Terlewat Batas Sahur
-
Imsak Bandar Lampung 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Imsak Jakarta 17 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini
-
Mudik Bukan Lagi Pilihan Utama? Banyak Keluarga Pilih Rayakan Lebaran dengan Staycation di Hotel
-
Promo Alfamart Sumsel! 7 Paket Snack Mudik Murah, Ada Tango dan Marjan Hanya Rp40 Ribuan
-
PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China
-
Costacurta Bongkar Penyebab Rafael Leao Ngamuk: Bukan Allegri, Tapi Pulisic