Suara Denpasar - Kenken ne (Bali; Bagaimana Ini?). Jelang Pak Yan Koster, sebutan Gubernur Bali I Wayan Koster berakhir masa jabatannya pada 5 September 2023 nanti.
Ada kabar tak sedap datang dari Perusahaan daerah (Perusda) bali Unit Perkebunan Sangiang, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.
Di mana, pohon kelapa yang ada di sana bakal dibabat menjadi tambak udang. Tentu, ini bertolakbelakang dengan visi Gubernur Pak Yan Koster yang merujuk keharmonisan alam dan pembangunan sesuai "Nangun Sat Kerthi Loka Bali".
"Pohon kelapanya akan diganti tambak. Padahal, dari hitung-hitungan bisnis malah sangat merugikan," kata salah satu warga, Rabu 9 Agustus 2023.
Dimaksud merugikan karena hasil dari ratusan pohon kelapa yang produktif dan genjah tersebut mencapai Rp 1 miliar lebih per tahun.
Sedangkan, dari hasil tambak pemerintah daerah lewat Perusda hanya mendapat Rp 10 juta per tahun untuk saktu hektare dan revenue sharing Rp 4 juta.
Tapi, imbal baliknnnya malah pendapatan yang sudah jelas di depan mata Rp 1 miliar lebih itu ditinggalkan.
"Saya juga bingung, kalau dari hasil tentu lebih menguntungkan dari kebun kelapa. Selain itu, kalau tambak kan bisa menyebabkan abrasi makin parah," sambung salah satu pegawai Perusda kepada wartawan.
Kerugian nilai ekonomis dari penebangan ini cukup besar. Berdasar hitungan kasar, dari 500 pohon kelapa itu bisa menghasilkan Rp 150 juta rupiah per bulan.
Selain itu, lahan selatan yang direncanakan untuk dijadikan tambak diketahui mampu menghasilkan 2.000 butir kelapa dalam periode 25 hari sekali.
Selain itu, perkebunan kelala tersebut adalah benteng alami dari gempuran angin laut berikut abrasi yang menghantui Melaya.
"Kami lebih bingung lagi, mengapa Perusda mau rugi? Ada apa ini. Namanya perusahaan kan harusnya cari untung, ini kok malah cari rugi. Kalau dihitung saja, sharing pendapatan baru bisa didapat kalau usaha sudah jalan," tukasnya penuh tanya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Bank Sumsel Babel Kian Agresif Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Daerah
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit
-
Cek Fakta: Benarkah Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara? Ini Fakta Sebenarnya
-
Kesaksian Korban Selamat: Lokomotif Argo Bromo Tembus Gerbong Belakang CommuterLine di Bekasi
-
Detik-detik KRL Ditabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Penumpang: Kami Langsung Dievakuasi
-
6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah
-
KAI Daop 1 Jakarta: Dua Korban Tabrakan Kereta Bekasi Timur Meninggal Dunia
-
Awal Mula Tabrakan Maut KRL vs KA Jarak Jauh di Bekasi: Dipicu Mobil Mogok di Perlintasan