Suara Denpasar - Safrudin Tahar, pemain PSM Makassar, mendapatkan kartu merah dalam laga Bali United vs PSM Makassar, menciptakan rekor baru yang menarik perhatian banyak penonton dan pengamat sepak bola. Keberanian wasit Aidil Azmi dalam memberikan kartu merah ini menjadi sorotan utama dalam pertandingan.
Pertandingan yang berlangsung antara Bali United dan PSM Makassar berakhir dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan Bali United. Meskipun PSM bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-30 setelah Safrudin Tahar mendapatkan kartu merah, Bali United harus melalui perjuangan keras untuk mengalahkan lawannya tersebut.
Keputusan wasit Aidil Azmi memberikan kartu merah kepada Safrudin Tahar setelah pelanggaran yang dilakukan terhadap Novri Setiawan menjadi titik sorot dalam pertandingan ini.
Pelanggaran yang dianggap sebagai serius foul play ini memiliki kriteria yang mencakup penggunaan tenaga berlebih, tendangan dengan kaki lurus, dan penggunaan telapak kaki dengan dampak yang berpotensi menyebabkan cedera.
Tommy Desky, seorang mantan Analis Taktis Piala Presiden Arema FC 2022, memberikan pandangannya tentang keputusan wasit tersebut. Menurutnya, wasit Aidil Azmi telah mengambil langkah yang tepat dengan memberikan kartu merah kepada Safrudin Tahar.
“Disini wasit dengan tepat langsung memberikan kartu merah,” kata Tommy.
Pandangan ini didasarkan pada aturan "law of the game" atau hukum pertandingan, yang terdapat dalam pasal 12.3 tentang tindakan disiplin.
Biasanya, wasit cenderung memberikan kartu kuning atau bahkan hanya melakukan teguran lisan. Namun, kali ini Aidil Azmi membuktikan keberaniannya dengan memberikan kartu merah, yang kemudian diakui sebagai pecah rekor dalam hal keputusan tersebut.
Keputusan ini juga mendapat pujian dari Tommy Desky yang menyatakan, "Wasit Aidil Azmi, Top!" (*/Dinda)
Baca Juga: Netizen Apresiasi Pemain Persija Saat Suporter PSS Sleman Terobos Lapangan Kejar Wasit dan Pemain
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya
-
Korea Selatan Terancam Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Legenda Manchester United Buka Suara
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan
-
Aritmia Hening
-
Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
2 Rekor Buruk Coreng Wajah Jerman usai Dihajar Ekuador di Piala Dunia 2026
-
Diplomasi Tenun di Vatikan: Tamparan buat Fast Fashion?