Suara Denpasar - Viralnya pengerjaan proyek revitalisasi tembok penyengker Pantai Kuta (Seminyak, Legian, Kuta) di mana di dalamnya termasuk pembangunan gapura itu dimulai sejak 3 Mei 2023.
Namun, dalam perjalanannya malah gapura yang dibangun ada yang tidak simetris dan malah menjadi olok-olok dari masyarakat Bali. Akhirnya, gapura yang tidak simetris itu pun akhirnya dibongkar.
Namun, lagi-lagi terkesan asal-asalan. Gapura di Pantai Legian itu akhirnya dibongkar setidaknya dua kali, karena perbaikan pertama masih juga tidak simetris.
Bukan hanya itu, dalam proyek yang dilaksanakan selama 120 hari kalender, dengan nilai kontrak Rp 26.883.858.745.
Di papan pengumuman tertulis nama Kontraktor pelaksananya adalah Bali Perkasa KSO, dengan Konsultan Pengawas CV Bina Bwana Wisesa dan Konsultan Perencana PT Tata Racana Hijau. Namun, belakangan malah untuk KSO muncul nama perusahaan Bianglala.
Ini juga yang menjadi pertanyaan publik. "Bianglala KSO-nya untuk mekanikal seperti kelistrikan," papar Kasi Datun Kejari Badung Cok Agung, Rabu 16 Agustus 2023.
Apa bukan Bali Perkasa? "Untuk itu saya cek dulu karena tidak pegang data. Saya sedang makan ini, maaf," imbuhnya.
Hanya saja, dia menegaskan bahwa pihak Kejaksaan Negeri Badung hanya mendampingi dalam hal legal standing.
Bukan, soal penggarapan proyek di lapangan. Namun begitu, sebagai bentuk tanggung jawab karena menggunakan dana masyarakat.
Baca Juga: Askonas Bali Kritik Proyek Gapura Tak Simetris di Pantai Legian
Setelah berita soal gapura yang tidak simetris. Pihaknya sudah memanggil pihak terkait dan meminta segala persoalan diselesaikan dengan segera mungkin dan tidak merugikan keuangan daerah.
"Laporan terakhir Jumat, progres proyek tembok penyengker Kuta sudah 82 persen. Atau ada kemajuan pengerjaan fisik sebanyak 8 persen," tukas dia. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
Vino G Bastian, Sigi Wimala, dan Rudi Soedjarwo Bicara Arti Kasih Sayang di Film Tanah Runtuh