Suara Denpasar - Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) yang merupakan asosiasi kontraktor terbesar di Indonesia mengkritik pengerjaan candi bentar tak simetris di Pantai Legian, Kuta, Badung, Provinsi Bali.
Hal tersebut dungkap Ketua Askonas Bali Nyoman Sumberjaya, ST. Sebab, proyek yang sudah umum dikerjakan dalam penggarapan gapura khas Bali malah tidak simetris dan menjadi bahan olok-olokan masyarakat.
Di sisi lain, anggara untuk penggarapan proyek tersebut terbilang sangat besar. Di mana, total penataan kawasan Pantai Samigita (Seminyak, Legian, Kuta) hingga ke Cemagi yang menelan dana Rp 249 miliar.
Nilai yang begitu fantastis dan tentu harusnya menjamin terjaganya kualitas proyek. "Melihat bangunan yang tinggi sebelah, hal ini tentu sudah tidak sesuai dengan spek," katanya, Rabu (16/8/2023).
Pihaknya juga mempertanyakan perusahaan yang menggarap proyek tersebut. Apakah terdaftar resmi di suatu asosiasi atau tidak.
Begitu juga dengan konsultan pengawas proyek. Di mana, sudah menjadi keharusan bahwa tugasnya adalah mengawasi proyek. Jangan seperti kasus gapura di Pantai Legian.
Di mana, proyek sudah jadi dan akhrinya ramai menjadi pembicaraan masyarakat karena tinggi sebelah. Dan, baru akhirnya dibongkar.
Lucunya lagi, pembongkaran tidak hanya berlangsung sekali. Tapi, setidaknya dua kali. Mengingat, pada perbaikan yang pertama masih terlihat sanglir alias tidak simetris.
"Saya kira ada orang-orang dalam yang bermain, saya sangat kecewa. Masyarakat dan anggota asosiasi juga bertanya, kok bisa begini? Ini kan pengerjaan manual. Apalagi, kita orang Bali masak pekerjaan gini bisa salah," sentil dia.
Baca Juga: Polresta Awasi Pengerjaan Proyek Pantai Samigita
Ke depan, pihaknya berharap dalam tender yang dilakukan oleh pemerintah bisa berlangsung dengan terbuka.
Pun, dalam penggarapan proyek ditulis nama asosiasi atau logo sebagai pertanggungjawaban moral terhadap masyarakat.
Jadi, jika sudah bergabung dengan asosiasi. Maka, diharapkan kontraktor atau pun konsultan yang digunakan lebih berkualitas.
"Saya yakin ada orang dalam atau orang besar di dalam (proyek) itu. Sehingga (konsultan pengawas) mereka takut," selorohnya. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'