Suara Denpasar - Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, M.Si., alias Cok Ace angkat bicara soal pemilu 2024.
Sebagai akademisi, pernyataan tokoh Puri Ubud itu memberikan kesejukkan tersendiri saat sejumlah masyarakat apatis melihat pemilu 2024.
Pernyataannya terkait pemilu tersebut disampaikan saat menghadiri deklarasi pemilu damai yang diselenggarakan oleh Polda Bali pada Jumat, (18/8/2023), siang.
Menurut Cok Ace, berbicara tentang pemilu bukan tentang kalah atau menang sebagaimana dalam sebuah pertandingan atau pertarungan, melainkan adalah kesadaran masyarakat mencari pemimpin yang layak.
"Karena pada dasarnya kita melakukan suatu pesta demokrasi yang intinya pemilihan umum (pemilu) bukan sebuah pertarungan, bukan sebuah pertandingan yang berakhir dengan kalah menang, tapi kesadaran masyarakat kita tentang siapa yang kira-kira kita anggap pas," ucap Cok Ace.
Dalam konteks pemilu di Bali, Cok Ace menjelaskan, bahwa Bali memiliki filosofi yang sangat kuat. Yaitu "Nangun Sat Kerthi Loka Bali".
Yang mana filosofi tersebut mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama (tatanan, norma) dan gumi (alam) Bali.
Yang juga sejalan dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam Kebudayaan.
Melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai pancasila.
Baca Juga: Masih Baru, Bawaslu Bali Akan Lakukan Konsolidasi Jelang Pemilu 2024
"Di Bali kan ada Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang sangat luar biasa tersebut seharusnya tidak ada konflik-konflik," tandasnya.
Pernyataan Cok Ace tentang pemilu 2024 tersebut sejalan dengan pandangan para tokoh dunia tentang pemilu.
3 diantaranya adalah Abraham Lincoln (Presiden AS ke-16) Robert F. Kennedy (Mantan Jaksa Agung Amerika Serikat sekaligus adik dari mantan Presiden AS ke-35 John F. Kennedy) dan Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno.
Berikut kata-kata bijak dari Abraham Lincoln, Robert F. Kennedy dan Ir. Soekarno tentang pemilu, dikutip dari jagokata.com.
"Pemilu adalah milik rakyat." - Abraham Lincoln.
"Politik bukanlah perebutan kekuasaan bagi partainya masing-masing, bukan persaingan untuk menonjolkan ideologinya sendiri-sendiri tetapi politik untuk menyelamatkan dan menyelesaikan revolusi Indonesia."- Ir. Soekarno
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Guru Besar UMY Warning Pemerintah: Jangan Nekat Pindah ke IKN Kalau Belum Siap!
-
Ipswich Town Promosi ke Premier League, Posisi Elkan Baggott Justru Terancam Terpinggirkan
-
Peringatan Terakhir! Gerindra Tak Segan Copot Achmad Syahri dari DPRD Jember Usai Viral Merokok
-
Menakar Wacana Dedi Mulyadi: Mungkinkah Jawa Barat Hidup Tanpa Pajak Kendaraan?
-
Jaksa Agung Setor Rp10,2 Triliun ke Negara, Legislator PDIP: Bukti Nyata Selamatkan Aset
-
Ayah Achmad Syahri DPRD Jember Juga Pernah Viral: Tidur saat Rapat, Punya 3 Istri
-
Karakter Film The Legend of Zelda Terungkap Lebih Lengkap, Ada Hylian Retriever
-
Perempuan dan Inner Critic: Saat Suara dalam Diri Malah Jadi Musuh Terbesar
-
Kebanyakan Tampil di Kandang, PSSI Akui Timnas Indonesia Belum Menarik Bagi Negara Lain
-
Film Pesta Babi tentang Apa? Tuai Kontroversi hingga Pembubaran Acara Nobar