Suara Denpasar - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, tidak puas meskipun timnya berhasil meraih kemenangan 2-1 atas PSIS Semarang dalam pertandingan Liga 1 Indonesia 2023/2024.
Meski berhasil meraih tiga poin, Bojan Hodak merasa ada beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan, terutama dalam ketajaman serangan tim Persib Bandung.
Menurut Bojan Hodak pada beberapa pertandingan terakhir, Persib menghadapi kendala dalam menghasilkan gol meskipun mampu mengarahkan tembakan ke gawang lawan sebanyak 45 persen dari total tembakan. Kendala ini perlu diatasi agar tim dapat memaksimalkan peluang yang diciptakan.
"Di tiga pertandingan terakhir, Persib memiliki 45 persen tembakan terarah ke gawang namun belum mampu menghasilkan gol," ujar Hodak dikutip dari Antara News (21/8/2023).
Tembakan yang kurang tajam ini membuat Bojan Hodak kurang puas. Terbukti dari hasil akhir yang didapatkan, Persib memang berhasil mencetak dua gol, namun keduanya didapat melalui tendangan penalti yang dieksekusi oleh Mark Klok dalam babak pertama dan kedua.
Pada menit ke-42 pertandingan, PSIS Semarang harus bermain dengan 10 pemain setelah Luthfi Kamal mendapat kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan. Kemudian, pada menit ke-77, PSIS Semarang hanya memiliki 9 pemain setelah penjaga gawang Adi Satryo mendapatkan kartu merah.
Hodak mengungkapkan bahwa pada babak kedua, meskipun Persib unggul dalam jumlah pemain, mereka masih belum mampu mengatasi ancaman dari PSIS yang memiliki tiga pemain yang dapat membahayakan.
Hal ini membuat Hodak merasa belum puas karena timnya belum mencapai tingkat ketajaman yang diharapkan.
Dalam analisisnya, Hodak juga menggarisbawahi bahwa sisi sayap timnya bekerja dengan baik dalam upaya mengejar gol kedua.
Baca Juga: Cek Fakta: PSSI Tambah Pemain Keturunan, 4 Sosok Diaspora Masuk Timnas Indonesia U-17 Tanpa Seleksi
Meskipun kemenangan ini mengantarkan Persib pada peringkat ke-14 klasemen sementara di liga 1 2023/2024, Bojan Hodak menekankan pentingnya memaksimalkan peluang serta meningkatkan ketajaman dalam mengeksekusi serangan demi meraih hasil yang lebih baik di pertandingan berikutnya.(*/Rizal)
Berita Terkait
-
Gegara Dipermalukan Persib Bandung Di Kandang Sendiri, Suporter PSIS Semarang Minta Manajemen Evaluasi Eks Bintang Persebaya
-
Tak Diperkuat Wonderkid Rp4,35 Miliar, PSIS Semarang Takluk dari Persib, Panser Biru Beri Tanggapan
-
Gali Freitas Dapat Keuntungan Ini Meski PSIS Semarang Takluk dari Persib Bandung
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Perjalanan Karier Pemain Maluku Daijiro Chirino hingga Membela Klub Cristiano Ronaldo
-
8 Golongan Penerima Zakat Mal, Tidak Hanya Fakir Miskin
-
Mudik ke Maluku, Pemain Keturunan Ini Dibuat Geleng-geleng Lihat Indahnya Kampung Halaman
-
Minta Mobil Dinas Rp8,5 M, Intip Harta Kekayaan Gubernur Kaltim Rudy Masud dan Istri
-
Apakah CPNS Dapat THR Lebaran 2026? Begini Aturan Resminya
-
Indosat HiFi Air Resmi Hadir, Internet Rumah Tanpa Kabel Bisa Dibawa Mudik dan Langsung Aktif
-
Lolos Saja Belum Pasti, Pelatih Malaysia Sudah Pasang Target Juara Piala Asia 2027
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
7 Olahraga yang Cocok Dilakukan saat Puasa agar Tetap Bugar
-
Solidaritas Mokel Berjamaah, Mengapa Jadi Tren?