Suara Denpasar - Saat ini di Bali begitu marak terjadi kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Terbaru Polresta Denpasar mengungkap kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang buruh bangunan bernama Moh Sukirman (64) terhadap korban berinisial NA.
Parahnya pelaku melakukan aksi bejatnya itu sejak 2019 saat korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 3. Kasus tersebut baru terungkap di tahun 2023 setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polresta Denpasar.
Tidak hanya di Polresta Denpasar, Polres Badung, Buleleng, Karangasem juga merilis kasus yang sama. Hal tersebut berindikasi bahwa kasus pemerkosaan mesti diatensi khusus agar memberi efek jera kepada para pelaku.
Terkait itu, Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Ni Luh Gede Yastini meminta agar pelaku diberikan hukuman kebiri.
"Intinya KPPAD (Bali) mendorong untuk hukuman maksimal yang bisa diberikan. Kalau memang harus kebiri, kebirlilah," tegas Yastini saat ditemui Suara Denpasar di Kantor KPPAD Bali di Jalan Cok Agung Tresna Denpasar, Rabu (30/8/2023).
"Supaya tidak melakukan lagi kepada orang-orang atau anak-anak yang lain. Jadi kita mohon pada pengadilan itu memberikan hukuman yang maksimal, salah satunya kebiri," sambung Yastini.
Selain itu Yastini mengatakan, pelaku-pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur lebih banyak dilakukan oleh orang terdekat. Seperti keluarga korban atau tetangga korban.
Hal itu karena para pelaku mengetahui secara jelas aktivitas korban, seperti hal apa yang disukai korban, kapan korban berada di rumah sendiri. Dari sana pelaku mengiming-imingi korban.
"Orang-orang ini kan sudah tahu oh anak ini begini, begini caranya untuk membuat dia tidak ngomong ke orang lain, begini caranya untuk biar bisa melakukan perbuatan jahat itu pada anak ini, mereka sudah tahu kapan, waktu yang tepat, karena sudah tahu kan pola anak itu," terang dia.
Baca Juga: Poltrada Bali Siapkan SDM Transportasi Darat Unggul Menuju Indonesia Emas
Karena itu Yastini meminta setiap orang tua agar meningkatkan penagawasan terhadap anak-anak. Mulai memperhatikan perubahan perilaku pada anak yang tiba-tiba emosional, diam, murung. Ketika itu terjadi orang tua harus mulai mencari tahu.
"Yang harus melihat seorang anak itu kan orang tuanya, orang tuanya yang melihat kondisi anaknya berubah. Anak yang mengalami tekanan kan ada perubahan ya."
"Kalau mengalami kekerasan sekolah dia pasti akan malas tiba-tiba sekolah, tiba-tiba jadi emosional. Itu kan orang tua yang harus yang harus melihat. Ada apa dengan anak ketika sudah kok berubah. Kalau anak itu tidak mau menyebutkan apa yang terjadi, nah lihatlah perubahan perilaku anak itu," tandas Yastini. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Ramadan Tetap Seru Tanpa Boros, Manfaatkan Promo Spesial dari BRI
-
Bahaya Abaikan Kondisi Ban Saat Mudik Lebaran Bridgestone Siapkan Layanan Cek Gratis
-
Adu Strategi di Jalur Bocimi: Menakar Jurus Polisi Sukabumi Jinakkan Kemacetan di Seksi 3
-
Ngabuburit hingga Bukber Makin Hemat dengan Promo Ramadan BRI
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
5 HP Murah Kamera Mirip iPhone Mulai Rp1 Jutaan, Bisa Flexing Tanpa Mahal Saat Lebaran
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Promo Spesial Ramadan BRI, Cara Cerdas Nikmati Bukber dan Hiburan Lebih Hemat
-
Akhir Perjalanan di Rumah Ibadah: Teka-teki Jenazah di WC Masjid Al Mahfudziah Cikole Terungkap
-
BRI Tetap Buka saat Lebaran 2026, Ini Daftar Kantor Cabang di Sumbar yang Beroperasi