Suara Denpasar - Tanpa pelatih kepala, Persebaya Surabaya tampil moncer. Lima laga Persebaya berakhir tanpa kekalahan. Karena itu, Bonek, pendukung Persebaya pun seakan tidak rela ada pelatih baru menggantikan pelatih karataker, Uston Nawawi.
Persebaya Surabaya memang harus berburu waktu untuk memenuhi regulasi BRI Liga 1 203/2024, khususnya soal pelatih kepala.
Dalam regulasi, dalam waktu sebulan, klub Liga 1 harus mendaftarkan pelatih kepala penggantinya. Persebaya sendiri baru mendepak Aji Santoso dari pelatih kepala pada 13 Agustus 2023 lalu.
Sepanjang tidak adanya Aji Santoso yang sebelum didepak sudah "diistirahatkan" terlebih dulu, Persebaya di bawah asuhan Uston Nawawi.
Persebaya melakoni laga pekan ketujuh sampai kesebelas bersama coach Uston Nawawi. Hasilnya, 4 kali menang, sekali berakhir imbang.
Kini, Persebaya Surabaya dituntut untuk memenuhi regulasi yakni menunjuk pelatih kepala. Masalahnya, syarat pelatih kepala klub Liga 1 adalah memiliki lisensi AFC Pro atau yang setara. Sedangkan Uston Nawawi saat ini baru memiliki lisensi kepelatihan AFC A.
Beberapa nama calon pelatih bermunculan. Dari Divaldo Alves (eks pelatih Persik Kediri), Paul Munster (ekspelatih Bhayangkara), hingga Mario Gomes (eks pelatih Persib Bandung).
Namun, sampai saat ini pihak manajemen Persebaya Surabaya belum mengumumkan siapa sebetulnya calon pelatih kepala definitif Persebaya pengganti Aji Santoso.
Sejumlah Bonek pun berharap Uston Nawawi tetap menjadi juru taktik Persebaya dalam mengarungi Liga 1 musim ini. Manajemen Persebaya diminta mengakali regulasi dengan meminjam nama pelatih yang memiliki lisensi AFC Pro atau yang sederajat.
Baca Juga: Bek Persebaya Yohanes Kandaimu jadi Korban Rasisme, Uston Nawawi Pasang Badan
Cara ini pernah dilakukan PSIS Semarang saat menunjuk Ian Andrew Gillan saat memecat Sergio Alexandre di awal musim 2022/2023. Ian Andrew hanya dipinjam lisensi kepelatihannya yakni AFC Pro.
Setelah mendapat pelatih baru, yakni Gilbert Agius pada 15 Februari 2023, maka PSIS mengganti posisi Ian Andrew Gillan yang menjadi Dirtek PSIS Semarang.
Cara ini juga dilakukan Bhayangkara FC. Seperti diungkap salah Bonek di akun instagram Persebaya.
"Jupuk pelatih koyok Bhayangkara ae, cuma digawe syarat lisensi, tapi tim tetep sing nyekel Uston (ambil pelatih seperti Bhayangkara saja, cuma dibuat syarat lisensi, tapi tim tetap dipegang Uston, red)," tulis @ridho28201
"@ridho28201 jupuk Iwan Setiawan (eks pelatih Persela dan Borneo) wae, sudah punya lisensi, tapi mengko dikon nang mess wae pas main (ambil Iwan Setiawan saja, sudah punya lisensi, tapi nanti disuruh di mess saja pas Persebaya main)," seloroh @rororidlo
"@rororidlo Iwan Setiawan dikon mancing ae nang mangrove ae ta (Iwan Setiawan disuruh mancing saja di mangrove saya ya?)," ujar @hasan_habiburrahman.
Sekadar diketahui, pelatih kepala yang didaftarkan Bhayangkara FC saat ini adalah Emral Abus yang memiliki lisensi Pro UEFA. Nama ini kerap dijuluki boneka, karena sering jadi pelatih boneka untuk menyelamatkan klub yang membutuhkan lisensinya dalam memenuhi regulasi kompetisi. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum
-
Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu
-
3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi
-
Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup