Suara Denpasar – Pada Laga Persebaya Surabaya vs Borneo FC pada pekan ke-11 BRI Liga 1 2023/2024 terlihat sosok yang tidak asing di tribun VVIP Stadion Gelora Bung Tomo yakni Fernando Valente yang merupakan pelatih Arema FC.
Mengenakan setelan kasual kaos polo hitam dipadukan celana panjang warna biru, ayah kandung dari gelandang asing Persebaya, Ze Valente tampak menikmati laga pertandingan.
Bahkan, saat peluit akhir ditiupkan, Fernando belum beranjak dari kursinya. Dia baru meninggalkan tribune VVIP setelah Song For Pride yang merupakan anthem Persebaya, berkumandang. Dia beranjak pergi bersama istri dan anak-anak Ze Valente.
Lantas, apa tujuan Fernando datang langsung ke Stadion GBT?
Kedatangan pelatih Arema FC pada laga Persebaya vs Borneo FC itu pun mengundang berbagai spekulasi dari para Bonek.
Beberapa Bonek mania bahkan menyebut jika fernando valente datang menyaksikan pertandingan tersebut sengaja untuk mengamati strategi permainan Persebaya.
"Sebagai ayah dan sebagai mata2," tulis @zamjami31
"Wah..sebagai ayah sekaligus mata² strategi Persebaya. Yowes gpp wajar. Nang Eropa Yo akeh. Cuma ada agen khusus buat spionase. Tp mene musuh Arema kan pelatih e anyar Yo mugo ae main e lebih uwenak, nguweyel dan menang," tulis @milandrysti11
"Bahaya iki sajane nyolong start memata-matai strategi cara maine persebaya," tulis @ucil1927wani
Baca Juga: Sayang Anak, Persebaya Gelar Lomba Mewarnai untuk Anak-Anak Saat Laga Melawan Borneo FC
"Iku ngolek strategi iku gae tanggal 23," tulis @mawangjr
Meski demikian, dugaan para Bonek tersebut tampaknya salah. Fernando Valente menyebut bahwa kedatangannya pada laga Persebaya vs Borneo FC tersebut untuk menyaksikan permainan sang anak, Ze Valente.
"Saya datang ke stadion sebagai ayah," kata Fernando Valente ketika ditanyai oleh awak media dikutip dari Instagram @persebaya.watch.
Tak hanya itu, pelatih berpaspor Portugal itu juga menolak melayani permintaan wawancara terkait kehadirannya dalam pertandingan ini.
"Tidak untuk hari ini. Maaf," ujarnya sambil mengangkat tangan dengan ramah sembari melempar senyum.
Sebagai informasi, Persebaya dan Arema FC memang memiliki sejarah rivalitas yang cukup kental sejak dahulu. Tak heran jika kehadiran Fernando Valente tersebut bisa menimbulkan dugaan-dugaan dari para bonek.
Fernando Valente sendiri sudah menangani Arema dalam dua laga terakhir. Semuanya berakhir kemenangan tanpa kebobolan, yakni unggul 1-0 atas Persikabo 1973 (28/8/2023) dan menang 2-0 kontra Bhayangkara FC (1/9/2023).
Adapun Persebaya bakal menjamu Arema dalam laga kandang berikutnya pada pekan ke-13 nanti, 23 September 2023 mendatang. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara