Suara Denpasar – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2023 lalu menjadi momen yang pas untuk menanamkan rasa nasionalis dan cinta tanah air pada siswa di tengah arus perubahan zaman yang begitu masif dan global dengan mudahnya akses informasi dan teknologi yang modern.
Trend pemanfaatan teknologi yang dikhawatirkan dapat mengikis rasa nasionalis siswa karena kurang mengerti tentang sejarah dan nilai-nilai luhur perjuangan bangsa tentu menjadi tantangan tersendiri di era globalisasi seperti saat ini.
Ironisnya anak-anak usia sekolah saat ini justru minim pengetahuan akan sosok pahlawan-pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bagi negara Indonesia ini.
Melihat fenomena tersebut terutama dalam menyikapi pudarnya jiwa nasionalis di kalangan siswa sekolah.
Tim peneliti Departemen Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) yang diketui oleh Dr. Sultoni, M.Pd mengadakan uji coba produk melalui kegiatan outbond cinta tanah air.
Kegiatan uji coba produk tersebut dilaksanakan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indocakti Kota Malang pada 24 Agustus 2023 dan 27 Agustus 2023 lalu.
Kegiatan tersebut juga melibatkan akademisi lainnya dari UM diantaranya Dr. Sunarni, S.Pd., M.Pd dan Wildan Zulkarnain, S.Pd., M.Pd.
Selain itu, tim peneliti UM melibatkan lima sekolah dasar yang mewakili kota dan kabupaten malang diantaranya SDN Pandanwangi 5, SDN Polehan 5, SDN Purwodadi 2, SDN Rampal Celaket 1, dan SDN Sumberejo 1 sebagai peserta uji coba produk melalui kegiatan outbond cinta tanah air tersebut.
Kegiatan outbond tersebut dilaksanakan secara in-on-in, pada kegiatan In-I guru-guru dari perwakilan sekolah dikumpulkan untuk diberikan materi terkait pelaksanaan outbond.
Baca Juga: ASN di Bali Dianggap Tidak Nasionalis, Wayan Koster Marah Besar
Pada kegiatan On, semua siswa mengikuti kegiatan outbound yang berisi games yang menanamkan unsur nasionalisme, patriotik, disiplin, toleransi, dan empati.
Terakhir pada kegiatan In-II, guru-guru dan siswa melakukan evaluasi dan review terkait produk yang diujikan melalui kegiatan outbond cinta tanah air tersebut.
Wildan Zulkarnain mengatakan bahwa kegiatan outbond cinta tanah air yang diberikan ini adalah sebagai upaya untuk membantu guru di sekolah untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan mempupuk jiwa nasionalis kepada siswa.
“Meski zaman sudah modern dan begitu banyaknya budaya asing yang masuk ke negeri ini, perlu adanya revitalisasi akan nilai-nilai nasionalis dan cinta tanah air tentunnya melalui outbond yang menyenangkan bagi siswa,” ujar Wildan.
Hal senada juga disampaikan oleh Sunarni yang menjelaskan bahwa melalui outbond cinta tanah air ini, guru-guru yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat menjadi trainer di sekolahnya terutama untuk melaksanakan outbond dengan skala yang lebih besar.
“Tidak hanya itu, melalui outbond cinta tanah air ini diharapkan siswa dapat survive mempertahankan jati dirinya sebagai warga Indonesia yang cinta akan tanah air, budaya, dan mengingat selalu jasa pahlawan-pahlawan kemerdekaan,” jelas Sunarni.
Pelaksanaan kegiatan outbound cinta tanah air yang dilaksanakan tepat di bulan kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan dapat memantik semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air di benak guru dan peserta didik.
Harapannya semangat nasionalisme dan cinta tanah air tidak terkikis oleh arus perubahan zaman yang begitu masif. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?