Suara Denpasar - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Bali, Bambang Sutiyono angkat bicara soal kasus yang melibatkan Wakli Ketua DPW PKB Bali, Reyna Usman.
Saat ini Reyna Usman sedang diperiksa oleh KPK terkait dugaan korupsi pengadaan software pengawas TKI di luar negeri.
Dugaan keterlibatan korupsi Renya Usman itu saat dia menjabat sebagai Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tahun 2012 silam.
Bambang Sutiyono mengatakan Reyna Usman saat ini sudah tidak aktif sebagai Ketua DPW PKB Bali. Karena Reyna Usman adalah bakal calon legislatif dari dari dapil Gorontalo pada pemilu 2024.
Sehingga terkait kasus yang melibatkan Reyna Usman tersebut, Bambang Sutiyono menegaskan bahwa persoalan itu adalah murni urusan pribadi, tidak ada hubungan dengan PKB Bali.
"Yang jelas saya pribadi pastikan itu urusan beliau (Reyna Usman) dan tidak ada urusannya dengan PKB Bali," tegas Bambang Sutiyono melalui pesan singkat WhatsApp," Rabu (6/9/2023).
Lebih lanjut, Bambang Sutiyono mengatakan pemberitaan yang mengaitkan kasus dugaan korupsi Reyna Usman dengan PKB Bali tersebut adalah dua hal yang terpisah.
"Jadi hal-hal negatif mari kita lepaskan ke urusan pribadi masing-masing, wabil khusus tentang Ibu Reyna Usman. Jadi biarkan itu urusan beliau (Renya Usman)," tandas Bambang. (*/Dinda)
Baca Juga: CEK FAKTA: Berita Terkini! KPK Umumkan Tersangka Penyelewengan Dana Infrastruktur
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Panik! Anies Baswedan Ketakutan karena PJ Gubernur Heru Budi Hartono dan Menteri PUPR Kompak Serahkan Bukti ke KPK
-
Cek Fakta: Anies Baswedan Resmi Jadi Tersangka! KPK Beberkan Bukti Begini Permainan Dana Formula E
-
Waduh! Ada Pungli di Rutan Mencapai Rp4 Miliar, Pimpinan KPK Didesak Untuk Lakukan Ini
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Gara-Gara Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo Diperingatkan Gerindra
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT
-
Dipicu Masalah Asmara! Caddy Golf di Tangerang Dianiaya: Kepala Sobek, Kening dan Bibir Lebam-lebam
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?