/
Jum'at, 08 September 2023 | 08:50 WIB
Sebuah konten Youtube kembali membuat unggahan dengan menyeret nama Saddil Ramdani dan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong.

Suara Denpasar – Sebuah konten Youtube kembali membuat unggahan dengan menyeret nama Saddil Ramdani dan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong.

Tidak tanggung-tanggung kanal YouTube SPORT NEWS membuat informasi yang ketika di cek ulang adalah konten disinformasi atau informasi palsu alias Hoax.

Pasalnya, Saddil Ramdani adalah salah satu pemain abroad yang dipanggil Shin tae Yong untuk FIFA matchday September 2023.

CEK FAKTA:

Kabar itu sendiri disebarkan oleh kanal YouTube SPORT NEWS yang memposting video berjudul "FITNAH KEJI SADIL RAMDANI!!TAK PATUHI ATURAN,SHIN TAE YONG TURUN TANGAN SIAP PENJARAKAN ORANG INI..."

Dalam video berdurasi 4 menit 36 detik itu, tampak potret Saddil Ramdani mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan dikawal oleh anggota kepolisian.

Tak jauh darinya tampak Shin Tae Yong dan Erick Thohir. Mereka berada di area penjara.

Saat artikel ini diturunkan Suara Denpasar 2,597 views yang diunggah sejak 21 Agustus 2023.

Simak ulasan berikut dilasnir dari Suara Metro, jaringan Suara.com dari klaim di atas.

Baca Juga: Mantan Komisaris PSIS Semarang Beri Jawaban Menohok soal Stadion, Singgung Polistisi? 'Kasihan yang Cari Suara Lewat Bola',

PENJELASAN:

Pengunggah video hanya menampilkan cuplikan masalah yang menimpa Saddil Ramdani dengan Timnas Indonesia setelah pemain Sabah FC itu berkomentar tak diberi kebebasan di bawah arahan Shin Tae Yong.

Narator juga menampilkan sejumlah komentar dari pengamat sepak bola, salah satunya adalah Justinus Lhaksana atau Coach Justin yang mengkritik penampilan Saddil Ramdani saat bermain di Timnas Indonesia.

Namun hingga akhir video, tak ada bukti yang mengarah pada klaim Shin Tae Yong akan memenjarakan Saddil Ramdani karena tak patuh aturan Timnas.

Oleh karena itu, kabar yang menyebut bahwa Shin Tae Yong akan memenjarakan Saddil Ramdani karena tak patuh dengan aturan Timnas Indonesia adalah berita bohong.

Catatan Redaksi:

Load More