Suara Denpasar- Karang taruna (karta) yang tergabung dalam Heppiii Community Banyuwangi menggelar berbagai kegiatan dalam merayakan Kemerdekaan dengan tema Merdeka Heppiii.
Selain berbagai perlombaan khas Agustusan, sejumlah karta juga menggelar pentas kesenian budaya seperti jaranan, serta tasyakuran atau 'selametan' di desa, hingga solawatan atau pengajian.
"Ada berbagai desa yang menggelar kegiatan Merdeka Heppiii, dari pertengahan hingga akhir bulan Agustus 2023. Kegiatan yang digelar ini selain sebagai rasa syukur akan kemerdekaan, juga sebagai bentuk kekompakan dan kerukunan warga desa," kata Koordinator Heppiii Community Banyuwangi Dwi Puji, Kamis (14/9).
Desa yang menggelar kegiatan ini seperti di Bulusari, yang menggelar kegiatan pada tanggal 20 Agustus, kemudian Macan Putih, pada 22 Agustus, lalu ada Desa Kendal Rejo, yang menggelar pagelaran seni jaranan dan disambung dengan kegiatan solawatan pada 22 Agustus 2023.
Lalu ada Desa Tambong, yang menggelar keseruan kegiatan Merdeka Heppiii ini dengan mengajak masyarakat untuk jalan sehat dan senam, ada juga kegiatan solawatan.
Kemudian di Desa Songgon, juga ada kegiatan jalan sehat serta panggung hiburan musik pada 27 Agustus, lalu di desa Sumber Sari Banyuwangi juga menggelar acara selamatan desa pada malam 17 Agustus 2023.
Bukan hanya di Banyuwangi, Kegiatan Merdeka Heppiii ini dilakukan di ratusan desa di 17 kabupaten kota di Indonesia, khususnya di Jawa timur dan Kalimantan. Rinciannya Banyuwangi ada 17 desa, kemudian Bojonegoro 7 desa, Jember 18 desa, Jombang 18 desa, kemudian Madiun 17.
Lalu Pamekasan ada 7 desa, Probolinggo 17 desa, Sidoarjo 5 desa, Kediri 3 desa, Lumajang 9 desa, Mojokerto 4, Pasuruan 10, Ponorogo 14, Situbondo 16, Tuban 3 desa. Lalu wilayah Kalimantan ada Pangkalan Bun 4 desa, lalu wilayah Banjarmasin 19 desa.
Koordinator Heppiii Community di tingkat pusat, Ronald Theo Lesmana mengatakan, kegiatan Merdeka Heppiii ini adalah bagian dari upaya Heppiii Community untuk membangun desa yang dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan peran aktif warga desa.
Baca Juga: Statistik Bersejarah Timnas Indonesia U-23 saat Tembus Putaran Final Piala Asia 2023
Heppiii Community kata dia selalu konsisten menggerakkan warga untuk memberikan nilai tambah untuk desanya masing-masing.
"Selain ada penambahan dan perbaikan fasum (fasilitas umum) dan Fasos (fasilitas sosial) seperti pengecatan gapura, kemudian pemasangan lampu, juga digelar acara-acara tasyakuran (pesta rakyat) seperti penampilan kesenian, hiburan, bazar UMKM desa, pengajian, juga diisi dengan lomba-lomba," jelasnya. *
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi