Suara Denpasar - Retakan yang terjadi di sebelah selatan utama mandala Pura Luhur Uluwatu Kabupaten Badung, Provinsi Bali, mendapat perhatian serius berbagai pihak. Guna menjaga keamanan pemedek (umat) yang akan bersembahyang.
Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta menjelaskan bahwa pihaknya mulai membatasi jumlah pemedek yang diperbolehkan masuk ke areal tersebut.
Pada awalnya, Pura Luhur Uluwatu dapat menampung sekitar 75 orang pamedek di area Utama Mandala.
Namun, setelah terjadinya retakan pada tebing, jumlah orang yang diizinkan memasuki area ini dibatasi menjadi sekitar 30 hingga 50 orang saja.
Ini adalah tindakan pencegahan yang diambil oleh untuk menghindari potensi bahaya yang dapat terjadi jika terjadi keruntuhan lebih lanjut.
"Pembatasan jumlah pemedek ini sangat penting guna menjaga keamanan para pemedek," papar Bendesa Sumerta dikutip denpasar.suara.com dari Halo Bali, Sabtu 16 September 2023.
Jumlah itu juga bisa berubah setelah hasil kajian lebih lanjut. Hasil rapat yang akan datang akan memutuskan apakah perlu mengurangi jumlah pamedek lebih lanjut atau tidak.
Pura Luhur Uluwatu, yang terletak di ujung selatan Bali, telah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan umat Hindu dari seluruh dunia.
Namun, keberadaannya kini menghadapi tantangan serius setelah terjadinya keretakan pada tebing yang menopang tempat suci ini.
Baca Juga: Nama Baik Dicemarkan, Anggota DPRD Badung Laporkan Akun TikTOk Anti.Zeus6
Keretakan pada tebing Pura Uluwatu diduga disebabkan oleh serangkaian gempa bumi yang mengguncang daerah ini, termasuk gempa dengan kekuatan 7.6 Scala Richter yang terjadi pada tanggal 29 Agustus 2023.
Gempa ini mengakibatkan kerusakan struktural yang berujung keretakan pada tebing yang menopangnya.
Pihak Desa sendiri juga sudah berkoodinasi dengan Pengempon Puri Agung Jro kuta, yang merupakan penjaga Pura Uluwatu, serta menyampaikan informasi ini secara langsung kepada Bupati Badung.
Sebagai tanggapan atas laporan ini, PUPR Kabupaten Badung berencana untuk turun langsung mengecek kondisi tebing tersebut.
Langkah-langkah pengamanan lebih lanjut kemungkinan akan diambil berdasarkan hasil inspeksi ini. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru
-
Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit