Suara Denpasar - Pemain Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam baru-baru ini membeberkan alasan dirinya lebih memilih bermain di luar negeri ketimbang Indonesia meski dapat gaji lebih kecil.
Hal itu ia sampaikan secara blak-blakan saat menjadi bintang tamu di acara podcast Sport77 Official belum lama ini.
Semula, pemain yang saat ini membela Jeonnam Dragons di Liga Korea itu ditanya soal keputusannya memilih berkarir di luar negeri ketimbang di Indonesia yang sudah pasti bakal dapat gaji lebih tinggi.
"Banyak yang bilang gaji Asnawi kalau bermain di Indonesia lebih tinggi, tapi Asnawi memilih Korea. Boleh dikasih tahu nggak alasannya apa?" tanya salah satu host dalam acara podcast tersebut.
Ditanya begitu, Asnawi pun langsung membeberkan keputusannya ini didasarkan pada dirinya yang ingin memanfaatkan kesempatan. Apalagi, kata dia pemain Indonesia itu memiliki peluang yang sulit untuk berkarier di luar negeri.
"Ya alasannya karena susah dapat kesempatan. Karena pemain Indonesia kan memang sangat sulit buat dapat kesempatan bisa bermain ke luar. Ada yang dapat kesempatan cuman ya masalah gaji atau dan lain-lain yang gak cocok. Sedangkan aku dapat tawaran ya kenapa enggak, soalnya memang cita-cita juga dari kecil mau main di luar," ungkap Asnawi.
Pemain berusia 23 tahun itu juga merasa jika kesempatan itu datang terlambat. Lantaran tawaran itu baru ada saat tahun 2020 padahal ia telah berkiprah di dunia sepak bola dari 2015.
Karena itulah, saat ada kesempatan, ia pun langsung ambil peluang itu tanpa memikirkan apa pun, termasuk soal gaji yang nantinya bakal ia dapatkan.
"Memang telat mungkin karena baru dapat kesempatan 2020 itu langsung ke sana. Nggak ada mikir-mikir soal gaji. Langsung aja tanya bang Gabriel, langsung berangkat," katanya.
Walau begitu, keputusan ini rupanya turut memantik perhatian dari Shin Tae-yong. Asnawi menyebut, juru taktik asal Korea Selatan itu bahkan langsung menghubungi dirinya saat tahu kalau dirinya bakal menerima tawaran abroad dari klub luar negeri.
"Makanya coach Shin (Tae-yong) juga nelepon terus tanya 'emang yakin mau pergi ke sana gajinya segini'. (Asnawi bilang) nggak papa coach bantu aja gitu," tuturnya.
Keraguan soal keputusan ini tidak hanya datang dari Shin Tae-yong, tetapi orang tua Asnawi ternyata juga sempat bersilang pendapat dengan sang anak.
"Sebenernya keluarga nggak setuju soalnya gajinya kan kecil soalnya udah banyak cicilan. Sempat berdebat juga sama orang tua, tapi aku kasih penjelasan," kata Asnawi.
Lebih lanjut, Asnawi juga menyampaikan beberapa pesan kepada para pemain Timnas Indonesia agar tidak menyia-nyiakan peluang jika mereka mendapat kesempatan bermain di luar negeri.
Sebab, menurutnya bermain di luar negeri dapat membuat sang pemain lebih disiplin dari segi waktu dan juga mendapat jam istirahat yang cukup.
Berita Terkait
-
Gegara Terciduk Nonton Laga Timnas Indonesia vs Turkmenistan dari Tribun, Striker Persija Jakarta Ini Dicibir Warganet: Nambah List Pemain Doang
-
Gegara Coret Pemain Naturalisasi Seharga Rp6,95 Miliar dari Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Terpaksa Pinjam Bek PSIS Semarang
-
Ketum PSSI Kena Senggol, Usai Irfan Jauhari Absen 9 Bulan Gegara Cedera Parah di Piala AFF U-23 2023, Erick Thohir Berani Tanggung Jawab?
-
Shin Tae-yong Pasang Badan Bela Bima Sakti, Usai Dihardik Gegara Timnas Indonesia U-17 Dipermalukan Korea Selatan 0-1
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Profil Amanda Lucson Finalis Puteri Indonesia 2026, Benarkah Usianya Terlalu Muda?
-
Momen Mahalini Latihan Bersama Band Pengiringnya Jelang Konser KOMA 14 Februari 2026
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026, Torsi Lebih Ganas dan Transmisi Matik