Suara Denpasar - Sebelum menerima pinangan dari klub asal Korea Selatan, rupanya Asnawi Mangkualam sempat diingatkan oleh Shin Tae-yong perihal gaji pemain bola di sana.
Hal ini tak luput diceritakan Asnawi Mangkualam dalam sebuah obrolan di podcast YouTube Sport77 Official.
Dalam kesempatan itu, pemain Timnas Indonesia tersebut mengungkapkan banyak hal yang belum diketahui perihal gaji yang diterima dirinya.
Jika ada yang menganggap gaji Asnawi lebih besar saat bermain di luar negeri, rupanya itu salah besar. Ia mengatakan, perbandingan upah di Indonesia dan Korea bisa terpaut 7 persen.
"(misal di Indonesia 100), di Korea 20 atau 30," kata Asnawi Mangkualam.
Bahkan, ia mengatakan kalau coach Shin Tae-yong pun pernah mengingatkannya soal gaji kecil di Korea Selatan.
"Makanya coach Shin (Tae-yong) juga nelepon terus tanya 'emang yakin mau pergi ke sana gajinya segini'," ungkap Asnawi.
Bukan hanya Shin Tae-yong, masalah gaji ini juga jadi alasan orangtua Asnawi mulanya tak sepakat bila anaknya itu berangkat ke Korea Selatan. Bahkan, ia pun sampai berdebat lebih dulu dengan orangtuanya.
Namun, bek Jeonnam Dragons itu tetap memutuskan berangkat ke Korea Selatan lanataran bermain di luar negeri merupakan cita-cita dirinya sedari kecil.
Apalagi, Asnawi menyebut bahwa peluang pemain Indonesia bermain di luar negeri itu sulit. Bahkan ada yang menolak karena terkendala di gaji.
"Pemain Indonesia kan memang sangat sulit buat dapat kesempatan bisa bermain ke luar. Ada yang dapat kesempatan cuman ya masalah gaji atau dan lain-lain yang gak cocok," katanya.
Namun, Asnawi tidak mau menolak tawaran tersebut. Sehingga kala ia mendapat kesempatan, ia pun langsung menerima pinangan itu tanpa memikirkan masalah gaji yang bakal dia dapatkan nantinya.
"Nggak ada mikir-mikir soal gaji. Langsung aja tanya bang Gabriel, langsung berangkat (ke Korea Selatam," kata pemain berusia 23 tahun itu.
Kepada para pemain muda, Asnawi pun turut berpesan agar mereka bisa bermain di luar negeri karena memiliki kualitas berbeda.
Menurut Asnawi, bermain di luar negeri akan memiliki tantangan berbeda, baik dari gaya permainan, makanan, lingkungan, hingga soal disiplin waktu.
Berita Terkait
-
Blak-blakan! Pemain Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Beberkan Alasan Pilih Gaji Lebih Kecil di Luar Negeri daripada Indonesia
-
Gegara Terciduk Nonton Laga Timnas Indonesia vs Turkmenistan dari Tribun, Striker Persija Jakarta Ini Dicibir Warganet: Nambah List Pemain Doang
-
Gegara Coret Pemain Naturalisasi Seharga Rp6,95 Miliar dari Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Terpaksa Pinjam Bek PSIS Semarang
-
Ketum PSSI Kena Senggol, Usai Irfan Jauhari Absen 9 Bulan Gegara Cedera Parah di Piala AFF U-23 2023, Erick Thohir Berani Tanggung Jawab?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan