Suara Denpasar - Desa Wisata Penglipuran di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali, disebut sebagai desa terbersih di dunia. Jaraknya hanya 44 KM dari pusat Kota Denpasar dengan durasi tempuh sekitar 1 jam 7 menit.
Selain dinobatkan sebagai desa terbersih, desa wisata Penglipuran juga dikenal sebagai desa yang menolak tegas poligami atau di Bali disebut sebagai memadu.
Hal itu karena masyarakat Desa Wisata Penglipuran sangat menghargai martabat perempuan. Sehingga apabila ada masyarakat Desa Penglipuran yang berani melanggar, maka warga tersebut akan dikucilkan dan dicabut hak-haknya sebagai warga desa seumur hidupnya.
Seperti tertuang dalam jurnal berjudul "Pemberian Karang Memadu Sebagai Sanksi Adat Untuk Mencegah Poligami di Desa Adat Penglipuran" yang ditulis oleh I Nyoman Putu Budiartha, I Wayan Suka Wirawan, dan I Nyoman Srimurti pada tahun 2021.
Di sana disebutkan poligami dianggap sebagai perilaku menyimpang dari norma, dinilai melanggar hukum adat yang dihormati dan ditaati oleh masyarakat setempat.
Hal ini karena poligami memberikan dampak yang kurang baik bagi istri pertama dan anak-anaknya. Selain itu sebagai bentuk perlindungan terhadap perempuan.
Atas dasar itu, Desa Penglipuran akan memberikan sanksi yang cukup berat bagi warganya yang melakukan poligami atau memadu.
Sanksi tersebut seperti warga (pelaku poligami) beserta keluarganya hanya boleh melintasi jalan-jalan tertentu di wilayah desa. Dilarang melintasi utara perempatan desa.
Kemudian, pergaulannya akan dibatasi. Disingkat dari aktivitas masyarakat Desa Penglipuran.
Pernikahan mereka (poligami) tidak dipimpin oleh pemimpin tertinggi di desa Penglipuran.
Selain itu, warga yang melakukan poligami tidak diperkenankan untuk bersembahyang di pura-pura yang menjadi tanggung jawab Desa Adat Penglipuran, hanya diperbolehkan sembahyang di tempatnya sendiri.
Alasan Desa Penglipuran menolak poligami atau memadu itu dinilai sangat masuk akal sehingga cukup efektif diikuti oleh masyarakat Bali pada umumnya. Hal itu terbukti dari jarangnya laki-laki Bali yang berpoligami atau memadu.
Untuk diketahui, selain Desa Penglipuran Kabupaten Bangli, ada juga Desa Tenganan di Kabupaten Karangasem yang menolak tegas poligami.
Sampai saat ini Desa Wisata Penglipuran menjadi salah satu tujuan wisata di Bali. Selain karena bersih tapi para wisatawan akan mendapat banyak pengetahuan tentang adat dan budaya masyarakat setempat.(Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon