Suara Denpasar - BEM Universitas Udayana bersama perwakilan aliansi BEM se-Bali menemui Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya di Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, pada Senin, (25/9/2023).
Pada pertemuan tersebut, BEM se-Bali yang dikoordinatori oleh Bem Unud itu menyodorkan kajian reflektif dan evaluasi kepemimpinan Wayan Koster dan Cok Ace selama menjadi Gubernur Bali pada periode 2018-2023 kepada Pj Gubernur Bali.
Penyeragan kajian reflektif dan evaluasi 1 periode Wayan Koster-Cok Ace itu sebagai upaya mendukung transparansi, akuntabilitas, dan perbaikan berkelanjutan dalam pembangunan Provinsi Bali.
Kajian yang disusun oleh Tim Kajian dan Analisis Isu Strategis Bem Universitas Udayana itu berjudul "Telaah Kritis Implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali".
Ketua BEM Unud, I Putu Bagus Padmanegara mengatakan, kajian itu merupakan bagian integral dari upaya untuk mendukung pemerintah dalam mengukur dampak dan efektivitas kebijakan serta program-program yang telah diterapkan selama lima tahun terakhir.
"Tentunya BEM sebagai representasi mahasiswa siap hadir sebagai mitra kritis dan strategis dari pemerintah dalam perencanaan dan pengawalan implementasi kebijakan dari pemerintah Provinsi Bali dalam pembangunan Bali kedepannya," ujar Padma kepada Suara Denpasar, Rabu (27/9/2023).
Tujuannya, lanjut Padma, adalah untuk memberikan pandangan yang komprehensif dan rekomendasi yang konstruktif bagi pemerintah Provinsi Bali kedepan dalam perencanaan pembangunan Provinsi Bali dan pengambilan keputusan strategis.
Hasil kajian ini mencakup 3 aspek penting, antara lain:
1. Sektor Sosio Ekonomi
Baca Juga: Ketut Lihadnyana 1 Tahun Rangkap Jabatan, Pj Gubernur Bali Singgung Efektivitas Kerja
Pemprov Bali Periode 2018-2023 menghadapi berbagai tantangan dalam memaksimalkan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata, yang masih menunjukkan ketidaksejahteraan dan ketidakstabilan.
Hal ini dikarenakan pembangunan di Bali sangat pariwisata sentris, dengan mengabaikan sektor-sektor potensial lain seperti pertanian dan perikanan.
Padahal sektor pariwisata merupakan sektor yang rapuh, apalagi pasca diguncang pandemi Covid-19 kemarin, yang menyebabkan pengangguran dan kemiskinan di Bali meningkat.
Meskipun pemulihan ekonomi berjalan, namun masih belum maksimal. Maka dari itu, sektor-sektor lain yang lebih stabil seperti pertanian dan perikanan harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah.
Selain itu, praktik Mass Tourism di Bali juga menimbulkan masalah yang cukup serius yaitu TKA ilegal dan WNA yang bertindak seenaknya, dalam hal ini pemerintah Provinsi Bali harus serius melakukan pengawasan dan penegakkan hukum.
2. Sektor Lingkungan dan Agraria
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Amir Hamzah Lawan Balik, Sebut Pidato Bupati Lebak Arogan dan Tidak Berpendidikan?
-
7 Fakta Kemacetan Parah di Bakauheni, Truk Antre Panjang Lumpuhkan Jalinsum hingga Tol
-
Diskon 50 Persen di Alfamart, Snack Favorit Ini Bikin Banyak Orang Borong Sekaligus
-
Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global
-
Bantah Menghina, Bupati Lebak Dalihkan Sebutan 'Mantan Napi' Sebagai Pujian Prestasi untuk Wakilnya
-
Penyebab Bupati Lebak dan Wakilnya Terlibat Cekcok Terbuka: Singgung Pasal 66 ASN dan Masa Lalu
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
Punya Utang Puasa Tapi Lupa Jumlahnya? Begini Cara Qadha dan Niatnya Menurut Ulama
-
Usai Ditangkap, Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Gereja di Aek Nabara Diperiksa Polda Sumut
-
Sembilan Kali One Way! Begini Skenario Polisi Urai Kemacetan Horor di Jalur Puncak Bogor