Suara Denpasar - Stefano Lilipaly di luar dugaan tidak masuk daftar 25 pemain Timnas Indonesia di babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 menghadapi Brunei Darussalam.
Tidak adanya nama Stefano Lilipaly menjadi perdebatan di kalangan pecinta Timnas Indonesia. Pasalnya, pemain andalan Borneo FC ini berada di performa puncak.
Berbanding dengan Egy Maulana Vikri, pemain andalan Dewa United ini mendapat panggilan membela Timnas Indonesia meski mengalami penurunan performa.
Hal ini memicu pro kontra di kalangan pecinta sepak bola di kolom akun Instagram @timnas.indonesia.
"Waduh Egy masih lembek permainannya. Better Lilipaly," tulis akun @arvndolken.
"egy? secara penampilan beberapa pertandingan terakhir main sangat buruk. lilipaly padahal lagi bagus tapi ga dipanggil bahkan berapa match di timnas pun jadi penghangat bangku cadangan. tapi ya balik lagi apa yang pelatih pilih kita cuma bisa support," tulis akun @fikriabadan.
"Lilipaly kaga dipanggil malah manggil egy yg di asian games kaga kliatan permainan dia," tulis akun @keyziaa_collection.
Meskipun begitu, banyak pecinta Timnas Indonesia yang tidak meragukan nama 25 pemain yang dipanggil Shin Tae Yong.
"Ini era STY bukan Simon jadi gausah nuntut pelatih buat panggil ini itu!!," tulis akun @fernd_27.
Baca Juga: Jelang Laga Bali United vs Persikabo Liga 1, Stefano Cugurra Siapkan Program Ini
"Emng beda ya pemain panggilan STY. Berkelassssss," tulis akun @arsyah_r.
Sebagaimana diketahui, performa Egy Maulana Vikri menurun dibanding dengan Stefano Lilipaly di kompetisi BRI Liga 1 2023-2024.
Stefano Lilipaly tercatat telah mengoleksi 6 gol dan 7 asist dari 14 penampilan bersama Borneo FC.
Selain itu, Stefano Lilipaly juga menjadi top asist BRI Liga 1 2023-2024 pekan 14 dan top skor klub Borneo FC.
Sedangkan peroelah Egy Maulana Vikri lebih rendah dari Stefano Lilipaly yaitu 2 gol dan 4 asist dari 12 penampilan bersama Dewa United.
Tak hanya itu, Egy Maulana Vikri juga tampil kurang meyakinkan di ajang Asian Games 2022 lalu.
Meskipun demikian, patut ditunggu aksi dari Egy Maulana Vikri yang menjadi perbincangan di media sosial usai Stefano Lilipaly tak masuk daftar 25 pemain Timnas Indonesia menghadapi Brunei Darussalam. (*/Dinda)
Tag
Berita Terkait
-
Buntut Pelemparan Stefano Lilipaly, Harga Korek Naik Rp 50 Juta di Madura?
-
Insiden Pelemparan Korek Api ke Arah Stefano Lilipaly Warnai Kekalahan Madura United, Langsung Dikudeta Borneo FC
-
Takluk dari Uzbekistan, Anak Asuh Stefano Cugurra Seharga Rp2,61 Miliar Menjadi Kambing Hitam Kekalahan Timnas Indonesia?
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Cara Saya Mengubah Kesepian Menjadi Ruang Terbaik untuk Mengenal Diri
-
75 Rumah di Makassar Ludes Terbakar dalam 6 Bulan, Ternyata Ini Penyebab Utamanya
-
Disegel Kejagung, Nasib Ribuan Unit Motor Listrik MBG Menunggu Keputusan BGN
-
ITDC Dilaporkan ke KPK, Diduga Rugikan Negara Miliaran di Proyek Mandalika
-
Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta
-
Bedak Sariayu Tabur Harga Berapa? Ini 2 Varian yang Kurangi Kilap, Lengkap Ulasan Pembeli
-
IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran
-
Dipanggil Presiden ke Istana, Dirut PLN Minta Maaf soal Gangguan Kelistrikan Nasional
-
Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan
-
Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam