Suara Denpasar- Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kini mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
Melansir dari ANTARA Bali, Pemprov Bali kini mulai memanfaatkan layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129, yang merupakan saluran pengaduan bagi temuan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menurut Staf Ahli Gubernur Bali Bidang PMK Made Sudarsana, masalah kekerasan yang dialami perempuan dan anak merupakan masalah yang tidak boleh disepelekan. Penanganan serius wajib segera dilakukan.
Hal tersebut mengingat data dari Simfoni PPA, selama tahun 2022 yang memperlihatkan adanya 516 kasus yang telah terjadi dan terlapor di Provinsi Bali. Baik kekerasan fisik, psikologis, maupun kekerasan seksual.
Menurut Made Sudarsana, adanya stigma budaya patriarki yang kuat, rasa takut, malu, ketidakpercayaan terhadap sistem hukum dan sistem perlindungan menjadi beberapa penyebab kasus ini tak terlaporkan
Padahal kasus kekerasan perempuan dan anak ini merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia.
Untuk itu, lewat SAPA 129 yang merupakan layanan yang telah terlebih dahulu diluncurkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Pemprov Bali berharap pengadu dapat mengakses kontak tersebut untuk melaporkan adanya tindak kekerasan.
Lewat SAPA 129, Pemprov Bali juga berharap dapat memberikan tanggung jawab moral dan konstitusional untuk melindungi perempuan dan anak-anak dari segala bentuk kekerasan.
Call center ini juga dijelaskan bukanlah akhir, namun awal dari upaya Pemprov Bali menangani kasus kekerasan.
Baca Juga: Daftar Formasi PPPK Teknis 2023 untuk Lulusan D3 Semua Jurusan Pemprov Bali, Gaji Kisaran Rp 3 Juta
Dimana selain layanan SAPA 129, Pemprov Bali juga akan membangun upaya pencegahan melalui pendidikan mengenai hubungan yang sehat dan peningkatan kesadaran gender.
Serta, melakukan kerja sama lintas sektor seperti lembaga perlindungan anak dan perempuan, aparat kepolisian, dan sistem peradilan untuk memastikan setiap kasus ditangani dengan profesional dan adil.
Perlu dicatat bagi masyarakat, SAPA 129 merupakan pengaduan khusus perempuan dan anak yang dapat diakses oleh masyarakat, kapanpun dan dimanapun.
Masyarakat dapat melaporkan kekerasan yang dilihat atau dialami melalui telepon 129 maupun WhatsApp ke nomor 08111-129-129.
Pelapor nantinya akan terhubung dengan petugas di wilayah masing-masing. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Daerah Fiskal Rendah dan Terdampak Bencana Jadi Prioritas TKD
-
2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz
-
Perbedaan Shio Tikus Elemen Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air: Begini Karakternya
-
Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal
-
SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik
-
4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027